Latest Article Get our latest posts by subscribing this site

Pembelajar Sejati

By :Akhiarden KPK

Sesungguhnya samudera ilmu di dunia ini teramat luas untuk diselami.Hujan-hujan ilmu pengetahuan juga senantiasa mengucur deras dari langit hikmah.Embun-embun petunjuk dapat senantiasa dinikmati setiap harinya untuk menghilangkan kegersangan pikiran kita

Cahaya-cahaya ilmu tersedia tanpa batas buat menerangi kegelapangan pemahaman kita.Setiap manusia punya kesempatan yang sama untuk menjadi pembelajar sejati.Pembelajar yang dapat mengobati kerinduannya akan ilmu pengetahuan.Pembelajar yang menyenangi proses dan upaya meningkatkan kualitas diri.Memperbanyak mencari tahu tentang apa saja yang belum diketahuinya.Memilki semangat pantang menyerah sebelum ilmu yang diingini dikuasai.Bersabar jalani proses-prosesnya.Rendah hati dalam menjalaninya.Meskipun yang menyampaikan ilmu kepada nya seorang anak yang muda usia.Pembelajar sejati,belajar dari siapa saja.

Belajar Hingga Nafas Terhenti

Ada sebuah kisah menarik dari seorang yang bernama Abu Ar Raihan,seorang ahli falak,sejarawan sekaligus sastrawan.Abu Ar Raihan sakit keras ditengah usianya mencapai 78 tahun.kala itu nafasnya terdengar mengorok ditenggorokan dan beliau terlihas susah bernafas.Dalam keadaan demikian,beliau mengatakan kepada Al Walwaji,seorang seorang fakih dimasanya sekaligus sahabatnya.”Apa yang pernah engkau katakan kepadaku pada suatu hari,mengenai pembagian jaddat fasidah (nenek dari jalur ibu)?”

“Apakah dalam kondisi seperti ini pantas (membahas masalah itu)? Jawab Al Walwaji menaruh belas kasihan.”Wahai Al Walwaji saya meninggalkan dunia dalam keadaan mengetahui masalah ini,lebih baik daripada saya meninggalkannya dalam keadaan jahil terhadapnya.”

Akhirnya Al Walwaji mengulang apa yang pernah beliau sampaikan sebelumnya kepada Abu Raihan.Dan beliau menghafalnya.Tidak lama kemudian Al Walwaji keluar,dan saat dijalan beliau mendengar teriakan yang mengabarkan kepergian sahabatnya itu.Abu Raihan telah wafat dalam keadaan menghafalkan ilmu.Sebuah episode akhir kehidupan yang mengagumkan.

Kisah diatas mengajarkan kita tentang aktivitas pembelajar sejati yang sangat mengagumkan,bahkan ketika detik-detik menjemput kematian pun masih dimanfaatkan untuk mencari ilmu dan menguasainya.Tarbiyah Madal Hayah.Belajar hingga menutup mata.

Rasulullah SAW bersabda: “Tuntutlah ilmu sejak dari buaian sampai liang lahat” Hadits tersebut menjadi dasar dari ungkapan “Long life education” atau pendidikan seumur hidup. Kehidupan didunia ini tidak akan pernah sepi dari kegiatan belajar, sejak mulai lahir sampai hidup ini berakhir.Seandainya besok kita tahu akan datang kiamat pun,kita mesti belajar dan menanami pohon-pohon kebaikan sebanyak-banyaknya.Artinya kita harus mengambil manfaat dan menyebarkan manfaat dari siapapun dan kepada siapapun.Seperti Abu Raihan,jauh lebih indah meninggalkan dunia ini dalam keadaan mengetahui jawaban dari sesuatu daripada membawa rasa penasaran yang tak terjawab ke liang lahat.

Pembelajar sejati amat sangat pelit dengan waktunya


Pembelajar sejati adalah mereka yang senantiasa melewati perputaran usianyanya untuk menambah ilmu dan mengamalkannya dalam kehidupan.Mereka tak pernah menyerah sebelum ilmu yang diinginkannya berhasil dikuasai. Pembelajar sejati amat sangat pelit dengan waktunya.Namanya Muhammad bin Sahnun (256 H).

Dia adalah orang yang senantiasa menyibukkan waktunya untuk membaca,menelaah ilmu dan menulis.Aktivitas itu dia lakukan hingga larut malam.Mengetahui majikannya sibuk,pembantunya yang biasa dipanggil ummu Mudam menyediakan makanan,lalu mempersilahkan Sahnun untuk makan.Akan tetapi Sahnun hanya menjawab,saya sedang sibuk”.Dia tetap asyik dengan tulisan dan sedikitpun tidak menyentuh makanan yang disediakan.Hal itu mendorong Ummu Mudam berinisiatif menyuapkan makanan itu kemulut sang majikan.Suapan demi suapan ia berikan hingga makanan itu tandas.Saat Adzan shubuh berkumandang,kepada pembantunya Sahnun mengatakan,saya telah menyibukanmu tadi malam,Wahai Ummu Mudam.Sekarang mana makanan itu?”.Pembantu itu menjawab,”Demi Allah wahai Tuan,saya telah menyuapkannya kepada anda.”Sahnun heran,”saya tidak merasa.”

Kisah diatas menggambarkan kepada kita,bahwa pembelajar sejati sangat pelit dengan waktunya,bahkan untuk makan sekalipun.Keasyikannya menelaah ilmu membuatnya seakan-akan melupakan aktivitas yang lain.Waktu baginya moment-moment yang sangat berharga dalam mengaharungi samudera ilmu.Waktu adalah harta teramat mahal baginya untuk senantiasa dibelanjakan pada warung-warung ilmu dimanapun dia menjumpaianya.Waktu baginya adalah pedang yang setiap saat siap memenggal umurnya.Oleh karena itu ia akan senantiasa memanfaatnya untuk aktivitas mencari ilmu,menelaah,mengajarkan dan mewariskannya.

Hidup yang sesekali didunia ini harus disisi dengan aktivitas positif dan produktif.Ia harus disisi dengan belajar.Jangan pernah sia-siakan waktu tanpa belajar.Belajarlah dari kisah Sulaim bin Ayyub ar Ra-zi.Ia adalah pembelajar sejati yang sangat menghargai waktu.Ia tidak mau membiarkan waktu yang dimiliki berlalu barang sebentar tanpa ada gunanya sama sekali.Ia biasa gunakan untuk menulis,belajar,membaca,dan seterusnya.

Suatu saat Sulaim bin Ayyub datang kerumah muridnya,Syeikh Abu Faraj Al-Isfirayini.Ketika hendak pamit karena telah selesai keperluannya,Sulaim bin Ayyub berkata,”Dalam perjalananku kesini tadi aku berhasil membaca satu juz.”Suatu hari yang lain Sulaim terlihat memperbaiki penanya yang patah ketika sedang dipakai untuk menulis,sementara sepasang bibirnya bergerak-gerak.Rupanya sambil memperbaiki penanya yang patah,Sulaim juga melakukan aktivitas membaca.

Ada juga kisah hebat pembelajar sejati bernama Ibnu Aqil Al Hanbali.Saya meringkas semaksimal mungkin waktu makan.Hingga saya memilih roti kering yang dicelup air dibanding khubz (roti lembab),karena perbedaan waktu yang dibutuhkan untuk mengunyahnya.”

Jika waktu mengunyah saja amat diperhitungkan oleh Ibnu Aqil,tentu untuk perbuatan lain yang memakan waktu lebih lama akan dia perhatikan.Sekarang mari tanyakan kepada diri kita.Sudahkah kita memaksimalkan perputaran roda hari dalam kehidupan ini untuk belajar? Sudahkah waktu luang yang kita miliki digunakan untuk meningkatkan pengetahuan kita.Atau waktu luang itu kita gunakan untuk hal-hal yang sia-sia.Ngerumpi tanpa juntrungan,menonton tanpa kenal waktu,atau bahkan diisi dengan melamunkan sesuatu yang tak jelas.

Pembelajar sejati tak rela hujan ilmu pengetahuan yang mengucur dari langit hikmah tak ditadahnya kedalam relung-relung pikirannya.Setiap harinya dia akan menyelam di samudera ilmu dan berenang di kolam pengetahuan.Dia akan sibak kegelapan pikirannya dengan menggenggam cahaya ilmu yang disediakan mentari.
Menggandakan kesabaran

Seringkali selama proses belajar kita mendapatkan banyak tantangan dan godaan untuk menghentikan aktivitas belajar.Kita pun juga sering dihantui oleh perasaan putus asa akan kemampuan kita untuk menguasai ilmu yang sedang dipelajari.Ketahuilah pembelajar sejati senantiasa menggandakan kesabarannya.Melewati deraian-deraian air mata ujian dengan rasa optimis yang senantiasa membumbung tinggi.Tak akan menyerah sebelum apa yang diinginkan tergapai.

Imam Syafi’i pernah mengungkapkan”Tidak mungkin menuntut ilmu bagi orang yang pembosan dan sering berubah pikiran,serta merasa puas dengan apa yang ada pada dirinya.Akan tetapi menuntut ilmu itu harus dengan menahan diri,kesempitan hidup,dan berkhidmat untuk ilmu tersebut.Pasti ia akan beruntung.”

Kenal dengan Prof.Dr.Ing.Bacharuddin Jusuf Habibie? Pastinya kita kena semua mengenalnya.Maestro dunia penerbangan dan teknologi dari Indonesia ini lahir di Pare-Pare,Sulawesi Selatan pada 25 Juni 1939.Ia dikenal sabar dan tekun dalam menuntut ilmu.Setelah sempat kuliah di ITB Bandung (1954-1955).Beliau memperoleh beasiswa ke Jerman.Atas saran Prof M.Yamin dan ucapan Bung Karno tentang pentingnya penguasaan teknologi penerbangan,akhirnya ia memutuskan mengambil jurusan pesawat terbang.

Di Jerman,Habibie nyaris tak punya waktu santai.Ia terus belajar dan bekerja dengan tekun.Kuliah yang berat harus ditambah dengan kondisi ekonomi yang pas-pasan.Maklum ongkos sehari-hari dan uang kuliah dibayar orang tuanya sendiri.Kadang seharian ia hanya makan beberapa keeping roti.Di Jerman,mantan presiden RI ke-3 ini,hidup dengan kondisi yang sangat sederhana.

Kondisi itu memompa semangatnya untuk segera menyelesaikan kuliahnya.Pada masa liburan dia tetap belajar.Hasilnya dalam waktu empat tahun dia berhasil menggondol gelar insinyur Dipl.Ing (Diploma Ingineur) dengan nilai akademik rata-rata 9,5 (summa cumlaude) pada usia 24 tahun.Prestasi itu dia peroleh dengan tetap aktif diberbagai organisasi kemahasiswaan.

Belajar dari Habibi,Prestasi lahir dari kemampuan untuk bertahan.Menggandakan kesabaran ditengah kesulitan-kesulitan yang datang.Seorang pembelajar sejati akan merasakan bunga-bunga kesuksesan setelah dia mampu bertahan menyirami bunga-bunga itu dengan kegigihan-kegigihan tak berkesdudahan.



Pembelajr Sejati Tinggalkan kampung halaman

Orang berilmu dan beradab tidak akan diam dikampung halaman.Tinggalkan negerimu dan merantaulah kenegeri orang.Merantaulah,kau akan dapatkan pengganti dari kerabat dan kawan.Berlelah-lelahlah,manisnya hidup terasa setelah lelah berjuang.Aku melihat air menjadi rusak karena diam tertahan.Jika mengalir menjadi jernih,jika tidak,kan keruh menggenang.Singa jika tak tinggalkan sarang tak akan dapat mangsa.Anak panah jika tidak tinggalkan busur tak akan kena sasaran.Jika matahari diorbitnya tidak bergerak dan terus diam,tentu manusia bosan padanya dan enggan memandang.Bijih besi bagaikan tanah biasa sebelum digali dari tambang.Kayu gaharu tak ubahnya seperti kayu biasa jika didalam hutan
(Imam Syafi’i)


Tak ada pembelajar sejati yang mengurung diri dikampung halamannya.Pembelajar sejati adalah pengembara yang selalu ingin mengobati dahaganya akan ilmu pengetahuan.Imam Bukhari,Shahih Bukharinya diselesaikan selama enam belas tahun setelah berkeliling mencari hadist dari satu kota ke kota lainnya.Dari satu Negara ke Negara lainnya.Enstein juga meraih puncak kejayaannya setelah meninggalkan Jerman menuju Amerika Serikat.

Habibi meraih prestasi mengagumkan karena meninggalkan tanah kelahirannya.Andrea Hirata menjelajahi dunia karena kesungguhannya dalam belajar dan kemauan yang keras mengubah nasib.Menyeberangi ganasnya terjangan ombak,meninggalkan kampung halaman menuju tempat yang tak ada sanak saudara.Mengatasi kesulitan-kesulitan hidup.Akhirnya namanya harum menjadi penulis buku mega best seller Indonesia.Ibnu Batutah penjelajah dunia,namanya harum karena meninggalkan kampong halaman.Belajar dari universitas kehidupan yang ditemuinya dimanapun dia menjejakkan kakinya.Masih banyak contoh para pembelajar sejati lainnya yang tak kan cukup berlembar-lembar tulisan menjelaskannya.Satu yang pasti,mereka semuanya adalah para pengembara,para musafir,para penjelajah,para hunter yang meninggalkan kampong halaman,menggapi cita-cita dan menggenapi keinginannya menguasai ilmu pengetahun.

Pembelajar sejati,

tak pernah mau mati sebelum rasa penasarannya terobati
tak pernah mau menyerah akan kesulitan-kesulitan yang menggerogoti
tak pernah mau bermimpi yang tidak akan direalisasi


 By : Akhiarden KPK

Di Mana Air Matamu?

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidak akan masuk neraka seseorang yang menangis karena merasa takut kepada Allah sampai susu [yang telah diperah] bisa masuk kembali ke tempat keluarnya.” (HR. Tirmidzi [1633]).
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda, “Ada tujuh golongan yang akan dinaungi oleh Allah pada hari ketika tidak ada naungan kecuali naungan-Nya; [1] seorang pemimpin yang adil, [2] seorang pemuda yang tumbuh dalam [ketaatan] beribadah kepada Allah ta’ala, [3] seorang lelaki yang hatinya bergantung di masjid, [4] dua orang yang saling mencintai karena Allah; mereka berkumpul dan berpisah karena-Nya, [5] seorang lelaki yang diajak oleh seorang perempuan kerkedudukan dan cantik [untuk berzina] akan tetapi dia mengatakan, ‘Sesungguhnya aku takut kepada Allah’, [6] seorang yang bersedekah secara sembunyi-sumbunyi sampai-sampai tangan kirinya tidak tahu apa yang diinfakkan oleh tangan kanannya, dan [7] seorang yang mengingat Allah di kala sendirian sehingga kedua matanya mengalirkan air mata (menangis).” (HR. Bukhari [629] dan Muslim [1031]).
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda, “Ada dua buah mata yang tidak akan tersentuh api neraka; mata yang menangis karena merasa takut kepada Allah, dan mata yang berjaga-jaga di malam hari karena menjaga pertahanan kaum muslimin dalam [jihad] di jalan Allah.” (HR. Tirmidzi [1639], disahihkan Syaikh al-Albani dalam Sahih Sunan at-Tirmidzi [1338]).
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidak ada yang lebih dicintai oleh Allah selain dua jenis tetesan air dan dua bekas [pada tubuh]; yaitu tetesan air mata karena perasaan takut kepada Allah, dan tetesan darah yang mengalir karena berjuang [berjihad] di jalan Allah. Adapun dua bekas itu adalah; bekas/luka pada tubuh yang terjadi akibat bertempur di jalan Allah dan bekas pada tubuh yang terjadi karena mengerjakan salah satu kewajiban yang diberikan oleh Allah.” (HR. Tirmidzi [1669] disahihkan oleh Syaikh al-Albani dalam Sahih Sunan at-Tirmidzi [1363])
Abdullah bin Umar radhiyallahu’anhuma mengatakan, “Sungguh, menangis karena takut kepada Allah itu jauh lebih aku sukai daripada berinfak uang seribu dinar!”.
Ka’ab bin al-Ahbar rahimahullah mengatakan, “Sesungguhnya mengalirnya air mataku sehingga membasahi kedua pipiku karena takut kepada Allah itu lebih aku sukai daripada aku berinfak emas yang besarnya seukuran tubuhku.”
Ibnu Mas’ud radhiyallahu’anhu mengatakan; suatu ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata kepadaku, “Bacakanlah al-Qur’an kepadaku.” Maka kukatakan kepada beliau, “Wahai Rasulullah, apakah saya bacakan al-Qur’an kepada anda sementara al-Qur’an itu diturunkan kepada anda?”. Maka beliau menjawab, “Sesungguhnya aku senang mendengarnya dibaca oleh selain diriku.” Maka akupun mulai membacakan kepadanya surat an-Nisaa’. Sampai akhirnya ketika aku telah sampai ayat ini (yang artinya), “Lalu bagaimanakah ketika Kami datangkan saksi bagi setiap umat dan Kami jadikan engkau sebagai saksi atas mereka.” (QS. an-Nisaa’ : 40). Maka beliau berkata, “Cukup, sampai di sini saja.” Lalu aku pun menoleh kepada beliau dan ternyata kedua mata beliau mengalirkan air mata.” (HR. Bukhari [4763] dan Muslim [800]).
Dari Ubaidullah bin Umair rahimahullah, suatu saat dia pernah bertanya kepada Aisyah radhiyallahu’anha, “Kabarkanlah kepada kami tentang sesuatu yang pernah engkau lihat yang paling membuatmu kagum pada diri Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam?”. Maka ‘Asiyah pun terdiam lalu mengatakan, “Pada suatu malam, beliau (nabi) berkata, ‘Wahai Aisyah, biarkanlah malam ini aku sendirian untuk beribadah kepada Rabbku.’ Maka aku katakan, ‘Demi Allah, sesungguhnya saya sangat senang dekat dengan anda. Namun saya juga merasa senang apa yang membuat anda senang.’ Aisyah menceritakan, ‘Kemudian beliau bangkit lalu bersuci dan kemudian mengerjakan shalat.’ Aisyah berkata, ‘Beliau terus menerus menangis sampai-sampai basahlah bagian depan pakaian beliau!’. Aisyah mengatakan, ‘Ketika beliau duduk [dalam shalat] maka beliau masih terus menangis sampai-sampai jenggotnya pun basah oleh air mata!’. Aisyah melanjutkan, ‘Kemudian beliau terus menangis sampai-sampai tanah [tempat beliau shalat] pun menjadi ikut basah [karena tetesan air mata]!”. Lalu datanglah Bilal untuk mengumandangkan adzan shalat (Subuh). Ketika dia melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menangis, Bilal pun berkata, ‘Wahai Rasulullah, anda menangis? Padahal Allah telah mengampuni dosa anda yang telah berlalu maupun yang akan datang?!’. Maka Nabi pun menjawab, ‘Apakah aku tidak ingin menjadi hamba yang pandai bersyukur?! Sesungguhnya tadi malam telah turun sebuah ayat kepadaku, sungguh celaka orang yang tidak membacanya dan tidak merenungi kandungannya! Yaitu ayat (yang artinya), “Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi….dst sampai selesai” (QS. Ali Imran : 190).” (HR. Ibnu Hiban [2/386] dan selainnya. Disahihkan Syaikh al-Albani dalam Sahih at-Targhib [1468] dan ash-Shahihah [68]).
Mu’adz radhiyallahu’anhu pun suatu ketika pernah menangis tersedu-sedu. Kemudian ditanyakan kepadanya, “Apa yang membuatmu menangis?”. Maka beliau menjawab, “Karena Allah ‘azza wa jalla hanya mencabut dua jenis nyawa. Yang satu akan masuk surga dan satunya akan masuk ke dalam neraka. Sedangkan aku tidak tahu akan termasuk golongan manakah aku di antara kedua golongan itu?”.
al-Hasan al-Bashri rahimahullah pun pernah menangis, dan ditanyakan kepadanya, “Apa yang membuatmu menangis?”. Maka beliau menjawab, “Aku khawatir besok Allah akan melemparkan diriku ke dalam neraka dan tidak memperdulikanku lagi.”
Abu Musa al-Asya’ri radhiyallahu’anhu suatu ketika memberikan khutbah di Bashrah, dan di dalam khutbahnya dia bercerita tentang neraka. Maka beliau pun menangis sampai-sampai air matanya membasahi mimbar! Dan pada hari itu orang-orang (yang mendengarkan) pun menangis dengan tangisan yang amat dalam.
Abu Hurairah radhiyallahu’anhu menangis pada saat sakitnya [menjelang ajal]. Maka ditanyakan kepadanya, “Apa yang membuatmu menangis?!”. Maka beliau menjawab, “Aku bukan menangis gara-gara dunia kalian [yang akan kutinggalkan] ini. Namun, aku menangis karena jauhnya perjalanan yang akan aku lalui sedangkan bekalku teramat sedikit, sementara bisa jadi nanti sore aku harus mendaki jalan ke surga atau neraka, dan aku tidak tahu akan ke manakah digiring diriku nanti?”.
Suatu malam al-Hasan al-Bashri rahimahullah terbangun dari tidurnya lalu menangis sampai-sampai tangisannya membuat segenap penghuni rumah kaget dan terbangun. Maka mereka pun bertanya mengenai keadaan dirinya, dia menjawab, “Aku teringat akan sebuah dosaku, maka aku pun menangis.”
Saya [penyusun artikel] berkata: Kalau al-Hasan al-Bashri saja menangis sedemikian keras karena satu dosa yang diperbuatnya, lalu bagaimanakah lagi dengan orang yang mengingat bahwa jumlah dosanya tidak dapat lagi dihitung dengan jari tangan dan jari kaki? Laa haula wa laa quwwata illa billah! Alangkah jauhnya akhlak kita dibandingkan dengan akhlak para salafush shalih? Beginikah seorang salafi, wahai saudaraku? Tidakkah dosamu membuatmu menangis dan bertaubat kepada Rabbmu? “Apakah mereka tidak mau bertaubat kepada Allah dan meminta ampunan kepada-Nya? Sementara Allah Maha pengampun lagi Maha penyayang.” (lihat QS. al-Maa’idah : 74).
Aina nahnu min haa’ulaa’i? Aina nahnu min akhlagis salaf? Ya akhi, jadilah salafi sejati!
Disarikan dari al-Buka’ min Khas-yatillah, asbabuhu wa mawani’uhu wa thuruq tahshilihi, hal. 4-13 karya Abu Thariq Ihsan bin Muhammad bin ‘Ayish al-’Utaibi, tanpa penerbit, berupa file word.
Penulis: Abu Mushlih Ari Wahyudi
Artikel www.muslim.or.id

Surat Cinta Untuk Saudaraku

Assalamualaikum wrwb 
Akhi wa ukhti, uhibbukkum fillah, aku mencintai kalian karena Allah.
Sungguh, terasa indah hari-hariku bersama kalian, aku merasakan mendapatkan “keluarga “ baru di sini, keluarga itu bernama tarbawi. Keluarga “baruku” ini sungguh keluarga yang sangat harmonis, sering sekali keluarga baruku ini membuatku menangis, bukan menangis karena saling membenci. Tetapi menangis karena slaing mencintai, bukan menangis karena marah, atau karena sakit hati, tetapi ia membuatku menangis karena kesetiaan saudara-saudara “ baruku”.
Sungguh belum pernah aku merasakan keluarga seperti ini, meskipun di keluarga sendiri. Sungguh keluarga baruku ini membuat hatiku tenang, tentram. Tiada kata dusta terlontar, apalagi kata jorok, atau kata-kata yang tidak sedap, sungguh aku selalu mendambakan saat bersua dengan saudara-saudaraku. Bahkan dalam doaku aku selalu berdoa agar “keluarga”ku ini jangan cepat berlalu, aku seringkali berdoa agar kita semua tetap di sini, di jalan yang kita pilih bersama ini sampai kapanpun.
Suatu hari, aku merasa kecewa setelah berapa lama aku memasuki masa kuliah, tiada ketenrama, tiada sesuatu yang baru yang ku dapat. Setelah beberapa waktu berlalu, aku bertemu dengan sebuah keluarga “baru” yang menurutku sungguh mengasyikkan, aku pun mencoba untuk bisa menjadi anggota keluarga tersebut. Setelah aku terdaftar sebagai anggota keluarga baru tersebut, aku merasakan aku mendapatkan (meskipun tidak semua) apa yang aku inginkan. Salah satunya yang aku dapatkan adalah CINTA, cinta yang belum pernah aku dapatkan, cinta yang dalam arti sebenarnya.
Sungguh sering sekali aku menangis karena CINTA yang telah aku dapatkan di keluarga baruku ini, menangis karena aku sangat sayang kepada saudara-saudaraku, saat menulis surat cinta ini, aku juga menangis, saat pertama aku masuk ke keluarga ini, aku juga menangis bahagia.
Buat saudara-saudaraku, saudaraku yang selalu memberiku semangat, merskipun waktu yang kita lalui singkat, aku mohon maaf atas kesalahan ucap, hari-hari yang kita lalui bersama sungguh terasa indah, mungkin hanya orang-orang tertentu saja yang bisa merasakan keindahannya, yaitu kita.
Meskipun kita di keluarga ini, serba kekurangan, tapi kita selalu tersenyum bahagia, pahit manis kota lalui bersama, duka dan derita tanggungan bersama. Sungguh banyak pelajaran yang aku dapatkan di sini. Ingin rasanya untuk selalu bersamamu.
Dalam pergaulan kita sehari-hari, tidak luput dari salah dan khilaf yang aku perbuat, yang menyakiti perasaan saudara-saudaraku, aku mohon maaf yang setulus-tulusnya, aku takut kesalahan yang aku perbuat akan merenggangkan persaudaraan kita. Kalian jang khawatir, semua kesalahan yang pernah kalian perbuat terhadapku, sudah aku maafkan, bahkan sebelum kalian perbuat aku sudah menyediakan diri untuk memaafkannya, karena aku sangat saying kepada kalian, saudara-saudaraku…
Sekian dari ku untuk saudara-saudaraku, akhir kata, tiada cinta seindah cinta dalam ukhuwah….
Wassalamualaikum wrwb
                                Ruang Baca, FKIP Untan, 09:13 WIB, 5 January 2012
Saudaramu yang mencintaimu

(----------------------------------------)

Jaringan Yahudi Internasional di Nusantara

Judul buku: Jaringan Yahudi Internasional di Nusantara
Penulis: Artawijaya
Penerbit: Pustaka Al-Kautsar
Harga: Rp.48.000
Jumlah hal:346

Tahukah Anda, para anggota Freemasonry yang tersebar dan menjalankan operasinya di Nusantara adalah anggota-anggota dari Ordo Persaudaraan Putih atau Ordo Kabbalah Putih, sebuah Ordo rahasia yang menjalankan misi politik dan menyebarkan ajaran pagan Yahudi. Ordo Persaudaraan Putih adalah organisasi rahasia penyembah lucifer (setan) yang menjaga garis-garis keturunan Yahudi, Mereka yang tergabung dalam organisasi ini adalah orang-orang yang mempunyai darah (gen) Yahudi asli, dan mempunyai misi menjalankan sebuah persekongkolan "Judeo-Masonik", sebuah persekongkolan penuh rahasia yang bertujuan untuk menciptakan satu tata pemerintahan tunggal, Novus Ordo Seclorum, di bawah kendali Yahudi.

Dan, sungguh sebuah fakta yang mengejutkan, Ordo Persaudaraan Putih pernah melakukan gerak operasional di sebuah wilayah di Jawa Tengah dan Medan Sumatera Barat, dengan mengusung ide "Membangun Pemerintahan Gaib" yang berupata menyatukan Timur dan Barat. Ordo ini juga bergerak dalam misi Illuminati dan sukses menyebarkan paham komunisme di Indonesia .

Para anggota Freemason yang tergabung dalam Ordo ini adalah orang-orang yang menduduki jabatan penting di pemerintahan pada masa kolonialisme hingga pasca kemerdekaan RI. Mereka berhasil mengkader tokoh-tokoh nasional negeri ini ,terutama mereka yang mengusung paham kebangsaan dan aktif di organisasi kebangsaan seperti Boedi Oetomo, Jong Java, Trikoro Dharmo, dsb. Para aktifis nasionalis sekular pada masa lalu adalah kader-kader jaringan organisasi ini.

Berbeda dengan buku-buku bertema Freemasonry lainnya di Indonesia, buku ini memaparkan fakta dan data secara lengkap, berikut dokumentasi foto yang diambil dari sumber resmi dan otentik milik jaringan mereka di Nusantara.

Buku ini akan menyadarkan Anda semua, bahwa sebuah organisasi yang menjalankan misi rahasia paling berbahaya, ternyata begitu besar pengaruhya bagi pergerakan nasionalisme di negeri ini.
Dan tanpa sepengetehuan kita, organisasi ini akan terus menjalankan operasinya di sini, di negeri ini...

Buku ini adalah persembahan dari Pustaka Al-Kautsar untuk Anda pembaca semua, yang peduli akan sejarah negeri ini, peduli akan nasib umat Islam yang selalu berada dalam cengkeraman misi Zionis Yahudi.

 
sumber www.kautsar.co.id
 

Sekelumit Cerita X-MEN

Malam minggu yang lalu,tepatnya tanggal 17 Desember 2011,aku menjaga pos 4 agenda X-MEN (Xpedisi Muslim Et Night) yang diadakan Forum Ikhwan LDSI AT Tarbawi.Menunggu adalah aktivitas yang membosankan. Menunggu adalah aktivitas yang sangat menjemukan.Setelah lama menunggu dan kelompok peseta yang ditunggu tak kunjung datang, kugerakkan tangan ini menekan tut-tut si Biroe untuk menuliskan tentang dahsyatnya pemandangan semesta dimalam hari bertemankan musik-musik alam. Langit malam yang teramat luas seakan tak bertepi adalah potret keindahan alam yang tiada bandingan.Kulihat jarum jam dilaptopku,pukul 02.30 dini hari.Menunggu ditempat sepi beratapkan langit,bersinarkan sinar temaram rembulan dan manisnya kelap-kelip bintang, mampu membetot kesadaran untuk mensyukuri dahsyatnya penciptaan semesta.Ternyata selama ini aku sangat jarang mendongakkan mata kelangit,memelototi indahnya ciptaan Allah. Baru kusadar jarang sekali lisan ini berucap syukur atas nikmat Alllah yang tak terukur.Jarang sekali hati ini mensyukuri nikmat Allah yang menentramkan hati. Sekarang paripurnalah aku menjadi hamba kufur nikmat.
Stsssst….semakin lama kudapati sinar rembulan semakin temaram.Kelap-kelip bintang juga mulai memudar.Perlahan ufuk timur merangkak mengapung lembut dipermukaan.Tanda-tanda serah terima tugas antara malam dan siang sebentar lagi akan datang.Sungguh drama pergantian hari yang menyejukkan hati.Sungguh pemandangan yang langka telah terbentang dihadapanku.
Tepat ditengah decak kekaguman ku semakin meninggi atas dahsyatnya semesta sunyi yang kunikmati peraduannya. Peserta X-MEN yang kutunggu tiba dilokasi. Kucukupkan tarian-tarian tanganku di tuts Si Biroe untuk menunaikan amanahku,mengajak peserta X-MEN untuk merenung, mentafakuri indahnya semesta dimalam hari dan mengingat mati yang akan memutus kelezatan kehidupan dimuka bumi. Kuajak adik-adik yang selalu kubanggakan ini membuka mushafnya,menelusuri lembaran ayat yang menghentak hati dan menyentuh nurani agar memparipurnakan kehambaan pada Al Khaliq.Pertama kuajak mereka,mensearching surah Al ‘Araf 179.
Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi neraka Jahannam) kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai.

Sungguh sebuah ayat yang sarat renungan sekaligus mampu mendirikan bulu roman.Terhanyut diri ini  dalam pusaran air kesadran yang perlahan menghapus noda-noda kesombongan yang bertahta di hati.Sering kita tak gunakan nikmat mata sebagaimana sharusnya dia dicipta.Tak digunakan untuk melihat tanda-tanda kekuasaan Allah yang tersebar dimuka bumi. Malah mata ini pernah kita gunakan untuk melihat sesuatu yang dimurkai.Seringkali hati kita yang telah disinari hidayah tak kita pupuk dan sirami dengan amal yang sungguh-sungguh berlapiskan keikhlasan. Hati yang pada awalnya bersih,tembus disinari dengan cahaya petunjuk.Perlahan dan pasti mulai menyembulkan titik-titik hitam lantaran dosa yang dilakukan.Titik-titik hitam itu kemudian semakin menyebar,membangun rumah megah dihati.Lama-kelamaan paripurnalah hati itu menghitam.Setelah itu cahaya mentari nasehat tak akan punya kesanggupan lagi untuk menembusnya.Hati itu kini menyenangi aktivitas pemuas nafsu,tak lagi dugunakan untuk memahami ayat-ayat Allah.
Kita juga miliki telinga yang buat kita mampu mendengar lantunan ayat suci,merdunya suara Adzan tangisan bayi,music-musik kehidupan dan nasehat-nasehat yang membakar semangat.Namun sering kita gunakan asset berharga ini untuk mendengarkan dongengan-dongengan ghibah,cacaian-cacian fitnah dan celotehan keji layaknya pemakan bangkai.Jarang sekali kita gunakan telinga untuk mendengarkan lantunan ayat-ayat Allah.Juga jarang kita arahakan corong telinga pada nasehat-nasehat tulus dari suadara seperjalanan.Dari senior-senior yang mendambakan perjuangannya diteruskan.Dari ustadz-ustadz yang tulus berbagi ilmu.Jarang juga kita gunakan telinga ini untuk mendengarkan keluh-kesah dari teman seperjuangan.Dari adik-adik binaan.Dari Qiyadhah atau jundi-jundi sebidang.Atau dari teman yang berlainan amanah namun sevisi dalam melangkah.Sering kita tak sabar mendengarkan curhat mereka.Padahal itulah yang mungkin mereka inginkan selama ini.Corong telinga yang mau bersabar mendengarkan kisah mereka.Corong telinga tempat mereka mengeluarkan beban yang memenuhi relung hati.Kita juga memiliki mulut,tapi jarang sekali mulut ini mengatakan kata-kata sejuk yang menentramkan hati.Mengucapkan embun-embun nasehat yang menetes dikalbu yang sedang gersang,hati yang kekurangan siraman taujih.Jarang sekali kita gunakan mulut ini untuk sekedar mengirimkan alunan doa kepada sahabat tercinta tditempat sunyi.Kita bahkan jarang menggunakan mulut ini untuk secara tegas dalam menyuarakan kebenaran.
Selanjutnya aku mengajak peserta X-MEN untuk membuka mushaf dan hatinya untuk mentadaburi Surah Al Hasyr:18.
Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.
(Q.S.Al Hasyr:18)


        Ayat diatas mengajarkan kepada kita untuk senantiasa menjadikan takwa sebagai bagian yang tak terpisahkan dalam kehidupan. Sebagai muslim kita dituntut mempersiapkan bekal untuk kehidupan selanjutnya. Kehadiran kita didunia ini ibarat seorang musafir yang sedang melakukan perjalanan menuju sebuah tempat. Semakin banyak bekal yang kita bawa,semakin makmurlah kehidupan kita dinegeri yang kita tuju.Begitu juga dalam perjalanan kita keakhirat,semakin banyak bekal amal yang merupakan implementasi dari ketakwaan,semakin mudah jalan kita menuju surge Allah.Negeri impian yang senantiasa terngiang-ngiang dalam relung pikiran kita.Negeri yang kita rindukan,tempatnya merasakan kelezatan-kelezatan tiada bandingan.Tempat istirahat abadi yang tiada lagi ujian,cobaan dan masalah setelah memasukinya.Sungguh kita semua pernahh bermimpi bersama untuk bereuni disurga.Bertetangga di surga. Berbagi cerita tentan lelah-lelah kita selama di dunia.
        Semoga acara X-MEN menyemangati peserta dan panitianya untuk semakin sering mentadaburi indahnya ciptaan       Allah. Semakin sering menghadirkan suasana hati yang dipenuhi rasa syukur. Semakin mantap mempersiapkan amal terbaik untuk kehidupan abadi.

Berakhirnya Masa Lalu,Bermula Impian Baru

Setiap pagi dan sore,kita pergi untuk kebutuhan kita
Padahal kebutuhan orang hidup tidak pernah ada habisnya
Kebutuhan manusia itu akan mati bersamanya
Dan masih ada kebutuhan lain yang masih belum terlaksana
Berulangnya pagi dan berlalunya sore
Menghantarkan yang kecil menjadi tua
Dan yang tua keketiadaan
Jika malam telah beranjak tua
Akan segera datang hari muda menggantikannya
( Dr.Aidh Al Qarni,Hal.400 la tahzan)
Perputaran roda waktu semakin cepat menggelinding.Tak terasa kumpulan detik berganti menit.Selanjutnya kumpulan menit yang berlalu menghasilkan jam.Kemudian 24 jam yang telah dituntaskan menghasilkan hari yang baru.Hari-hari kemudian menjadi minggu,bulan dan akhirnya terjadilah pergantian tahun.
Beberapa hari yang lalu, tepatnya tanggal 27 November 2011 umat islam merayakan pergantian tahun baru Hijriah yang  1433 H.Besok tibalah pergantian tahun masehi.Sudah semakin tua usia dunia.Semakin tua pula kehidupan penghuninya.Silih berganti manusia yang numpang hidup ditahun ini.Ada yang datang ada juga yang mengakhiri kehidupannya di tahun ini.Begitulah kehidupan selalu dipergilirkan.
Waktu adalah sesuatu yang jarang kita sadari pergantiannya.Padahal waktu adalah pengingat yang paling setia bagi kita umat manusia.Waktu juga sering mengingatkan kepada kita untuk memanfaatnya.Karena ketika dia telah pergi,sedetikpun dia tidak pernah ingin kembali.Waktu menuntut kita menjadi pribadi yang selalu optimis dengan masa depan.Tidak pernah memiliki impian untuk kembali kemasa lalu yang mungkin lebih menyenangkan daripada waktu yang dihadapi sekarang.Seorang yang optimis dengan masa depan,pantang baginya menyerah dengan keadaan.Dia yakin ketika dilahirkan kedunia,dia memiliki kelebihan dan kemampuan untuk menaklukkan ganasnya persaingan hidup
Tahun 2011 sebentar lagi akan menjadi sejarah dan tergantikan oleh tahun 2012.Hendaknya kau kuburkan tahun 2011 dengan kerelaan.Jangan lupa pasang batu nisan dikuburannya,agar kenangan bersamanya tetap dapat kau ingat.Bukan untuk meratapi kegagalan tapi untuk menjadi renungan kehidupan selanjutnya.Buka kembali lembar-lembar impian yang telah kau tuliskan pada 1 Januari yang lalu.Coretlah keberhasilan-keberhasilan yang telah digapai,dan biarkan impian yang belum berhasil kau wujudkan.Masukkan impian itu dalam draf hidupmu untuk tanggal 1 Januari 2012  nanti.Pastikan tahun depan impianmu lebih besar dan lebih banyak yang bisa kau realisasikan.

SALAM

SALAM (Madrasah Alam)

Prosesi Pembuatan Billboard SALAM LDSI At-Tarbawi dilakukan oleh crue-crue panitia Salam 2012, ini menunjukkan sebuah amal jama’i  yang  merupakan suatu ciri dari sebuah kepanitiaan. Pembuatan billboard ini merupakan terobosan baru di kepanitiaan salam, dan umumnya di LDSI At-tarbawi.
Awal dari rencana pembuatan billboard ini adalah seringnya kepanitiaan yang selalu memesan banner  yang sangat praktis, tetapi memerlukan biaya yang lumayan besar, kalau membuat yang kecil kelihatan kurang keren. Ide ini mulai terfikir ketika melihat fakultas tetangga yang selalu membuat billboard untuk setiap agendanya, bahkan tidak pernah pesan banner yang lebih praktis.
 
Semoga ini menjadi sesuatu yang membuat semangat dan istiqomah di jalan dakwah ini, pembuatan billboard ini bisa lebih memeerat silaturrahim di antara anggota. Semangat… ALLAHU AKBAR…..!

kegiatan-kegiatan syiar

1. Qubela (qurban bersama ldsi at-tarbawi)
- uang hasil infaq berjumlah Rp. 2.949.000,-
- jumlah kambing yang dikurbankan sebanyak 2 ekor
- sisa uang dari hasil pembelian berjumlah Rp. 313.500,-
-dilaksanakan tanggal 6 november 2011

2.TLQ ( training living quotient)
- jumlah peserta sebanyak lebih dari 400 orang
- dilaksanakan di aula perpustakan provinsi
- agenda dilaksanakan tanggal 4 desember 2011
- mendatangkan pemateri dari MASTER Bandung, Hendi Kurniah
- peserta yang hadir terdiri dari mahasiswa beru FKIP, FKIK, Hukum, STKIP, dan umum
- PJ kegiatan adalah Satria Muttaqin
- kegiatan ini bekerjasama dengan FKMI Ibnu Sina dan FKMI Al-Mizan

3. STAR (Sebar Ta'jil Ramadhan)
- acara dilaksanakn tanggal 20 agustus 2011
- tempat bundaran Untan, menggunakan dua titik yaitu digerbang Untan dan lampu merah Al-azhar
- jumlah ta'jil yang dibagikan sebanyak 230 bungkus
- yang ikut serta dalam pembagian ta'jil sebanyak 21 orang

4. MILAD
- dilaksanakan di STAR (sekre AT-TARBAWI)
- pemateri bang Fachry Walujan
- jumlah peserta yang hadir lebih kurang 45 orang, terdiri dari perwakilan ketua-ketua HIMA, BEM, Pengurus
- kegiatan milad dilaksanakan dengan kekeluargaan dengan simbolis pemotongan kue
- materi kontemplasi disampaikan oleh kak Imas Rasyiana
assalamualaikum

Kalender Hijriah

 
Copyright © 2013. LDSI At-tarbawi - All Rights Reserved
Published by LDSI At-tarbawi
Proudly powered by Blogger