Latest Article Get our latest posts by subscribing this site

Kelebihan Ilmu dibandingkan Harta

 

Kelebihan Ilmu dibandingkan Harta

 

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Khalifah Ali bin Abi Thalib mengatakan bahwa ada sepuluh kelebihan ilmu dibandingkan dengan harta, yaitu:

  1. Ilmu adalah warisan para nabi, sedangkan harta adalah warisan dari Fir’aun, Qarun, dan lain-lain.

  2. Ilmu selalu menjaga orang yang memilikinya, sedangkan harta menuntut penjagaan dari pemiliknya.

  3. Orang yang berilmu banyak mempunyai teman, sedangkan orang yang berharta mempunyai banyak lawan (musuh).

  4. Ilmu jika dibagikan, maka tidak akan berkurang justru akan bertambah, sedangkan harta jika diberikan maka akan habis.

  5. Ilmuwan sering dipanggil alim, ulama, dan lain-lain, sedangkan hartawan sering dipanggil kikir, bakhil, dan lain-lain.

  6. Pemilik ilmu akan menerima syafaat pada hari kiamat, sedangkan pemilik harta akan diminta pertanggungjawabannya.

  7. Ilmu apabila disimpan tidak akan habis, sedangkan harta apabila disimpan akan usang dan lapuk.

  8. Pemilik ilmu dipanggil oleh Allah, sedangkan pemilik harta dipanggil hamba harta.

  9. Ilmu tidak memerlukan tempat, sedangkan harta memerlukan tempat.

  10. Ilmuwan dicari orang, sedangkan harta yang dicari orang.

Bila kita renungkan pendapat Ali bin Abi Thalib tersebut memang benar adanya. Itulah sebabnya Nabi Sulaiman AS sewaktu diperintahkan untuk memilih antara ilmu dan harta, maka beliau memilih ilmu. Akhirnya dengan ilmu yang diberikan oleh Allah SWT kepada Nabi Sulaiman, beliau dapat memperoleh segalanya, beliau mempunyai permadani yang bisa terbang dalam waktu sekejap. Kemudian beliau juga mampu menguasai seluruh bahasa binatang dan juga mampu memerintahkan jin dan bintang serta makhluk lainnya. Itulah anugerah Allah kepada Nabi Sulaiman AS yang menguasai banyak ilmu pengetahuan.

Allah telah menyampaikan kepada kita bagaimana posisi seseorang yang berilmu dalam firman-Nya yang salah satunya terdapat pada Al-Qur’an surat Az-Zumar ayat 9:

“Apakah kamu hai orang musyrik yang lebih beruntung ataukah yang beribadah di waktu-waktu malam dengan sujud dan berdiri, sedang ia takut kepada akhirat dan mengharapkan rahmat Tuhannya. Adakah sama orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui? Sesungguhnya orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran”.

      Ayat inilah yang menjadi dasar bahwa orang yang berilmu banyak pengetahuannya, begitu pula sebaliknya, orang yang yang tidak mau menuntut ilmu berarti orang tersebut membawa dirinya ke dalam kecelakaan. Tentu tidak sama antara orang yang mempunyai ilmu dengan orang yang tidak mempunyai ilmu. Dengan ilmu orang bisa melakukan banyak hal, seperti peristiwa di tahun 1978, Neil Amstrong dan Buss Aldrin telah berhasil mendarat di bulan dengan menggunakan pesawat Apollo 11. Masih banyak contoh lain yang menunjukkan betapa besar fungsi ilmu pengetahuan, baik di dunia maupun di akhirat. Dalam hadis Rasulullah SAW dikatakan:

“Barangsiapa yang ingin mencapai kebahagiaan di dunia, maka dengan ilmu, barangsiapa yang ingin mencapai kebahagiaan di akhirat, maka dengan ilmu, dan barangsiapa yang ingin bahigia keduanya, juga dengan ilmu”.

      Oleh karena itu, dengan banyaknya kelebihan ilmu dibandingkan harta, maka kita sebagai orang-orang yang beriman, yang mencintai Allah dan Rasul-Nya, mari kita meningkatkan semangat dan usaha dalam mencari dan mempelajari ilmu, baik ilmu yang berurusan dengan dunia maupun ilmu yang berurusan dengan akhirat. Semoga kita selalu menggali dan mempelajari ilmu pengetahuan dan semoga dengan ilmu tersebut kita mampu mencapai kebahagiaan kehidupan baik di dunia maupun di akhirat kelak. Aamiiin ya Rabbal ‘alamin

Wassalamu’alaikum Wr. Wb. J

Seorang wartawan (W) mewawancarai satu orang bernama "Kesuksesan" (S)



Seorang wartawan (W) mewawancarai satu orang bernama "Kesuksesan" (S). Berikut adalah perbicangan yang mereka lakukan.
W: "Kamu begitu dipuja-puja, dicintai dan dikejar banyak orang di dunia ini, tapi kenapa kamu begitu jual mahal?"
S: "Aku memang harus jual mahal, kalau tidak, semua orang tidak akan mengejarku lagi."
W: "Lalu, boleh tahu tidak kamu itu orangnya seperti apa?"
S: "Intinya aku orangnya jual mahal dan tidak gampang mencintai seseorang."
W: "Bisakah dijelaskan lebih detail, saya masih belum paham."
S: "Di saat orang lain mengejarku, aku akan berlari menjauh. Aku akan membuat mereka lelah, capek, frustrasi, putus asa, hilang semangat, dan bahkan menyerah. Bukan hanya itu, aku akan mengerahkan seluruh pasukan terbaikku yaitu rintangan, tantangan, halangan, masalah, cobaan, dan kegagalan. Aku perintahkan mereka untuk menghadang siapa pun yang berusaha mendapatkanku."

Kisah Wanita Yang Selalu Berbicara Dengan Bahasa Al-Qur’an



Semoga Catatan ini bisa menjadi bahan Renungan Buat Kita Tentang
Pentingnya menjaga Lidah Kita karena kelak semua yang keluar dari mulut kita akan dimintai pertangungjawaban

Berkata Abdullah bin Mubarak Rahimahullahu Ta’ala :
Saya berangkat menunaikan Haji ke Baitullah Al-Haram, lalu berziarah ke makam Rasulullah sallAllahu ‘alayhi wasallam. Ketika saya berada disuatu sudut jalan, tiba-tiba saya melihat sesosok tubuh berpakaian yang dibuat dari bulu. Ia adalah seorang ibu yang sudah tua. Saya berhenti sejenak seraya mengucapkan salam untuknya. Terjadilah dialog dengannya beberapa saat.

Kisah Putra dan Putri Nabi Muhammad SAW




Posted on Mei 8, 2009 by komunitasamam
Penutur Ulang Lukman Hakim Zuhdi
Sepanjang hidup, Nabi Muhammad SAW diketahui memiliki beberapa istri. Istri pertamanya bernama Siti Khadijah binti Khuwailid, saudagar kaya berusia 40 tahun yang dinikahi sebelum beliau diangkat menjadi nabi dan rasul. Ketika itu usia beliau 25 tahun. Beliau tidak menikah lagi dengan perempuan manapun sewaktu Khadijah masih hidup. Beberapa lama setelah Khadijah wafat, beliau baru menikahi Saudah binti Zam’ah. Saat itu usia beliau sekitar 50 tahun. Beliau kemudian menikahi Siti Aisyah binti Abu Bakar Shiddiq, gadis berusia 9 tahun.
Selanjutnya Nabi Muhammad SAW menikahi Hafsah binti Umar bin Khattab, Ummu Habibab binti Abi Sufyan, Hindun binti Abi Umaiyah, dan Zainab binti Jahsyin. Zainab binti Jahsyin adalah istri pertama beliau yang meninggal dunia setelah beliau wafat. Beliau juga menikahi Juwairiyah binti Haris dan Shafiyyah binti Hayy. Adapun perempuan yang terakhir dinikahi beliau bernama Maimunah binti Haris. Kesemua istri beliau lazim dijuluki ummul mukminin, yakni ibu-ibu orang yang beriman.

Momentum Isra' Mi'raj

Assalamualaikum.....



Sobat J-PRET dimanapun anda berada. Boleh kasi senyum sikit tak? Sikiit jee.. hehe
hmm masih ingat tanggal 27 Mei kemarin bertepatan dengan hari apa, hayooo? ^^
Yaaa pada tanggal 27 Mei Kemarin LDSI At-Tarbawi baru saja mengadakan event seru nihdalam rangka memperingati Isra Mi’raj. Tema yang diangkat dari acara ini yaitu tidak jauh-jauh dari cerita mahasiswa. Udah bisa nangkep temanya apa? Temanya yaitu Solusi Problematika Umat. Karena seperti yang kita ketahui sangat banyak masalah-masalah yang terjadi di kalangan mahasiswa, satu diantaranya yang lagi ng-trend, yaa apalagi kalau bukan “galau”.. hehe nah, pas bangenih buat kamu yang lagi galau, entah itu galau karena apa. Cekidot.... langsung saja kita simak rangkaian acaranya.

Hikmah Isra' Mi'raj

Sekarang kita telah memasuki separo lebih bulan rojab dimana pada akhir bulan ini kita sebagai seorang muslim telah diingatkan kembali sebuah peristiwa besar dalam sejarah umat islam. Sebuah peristiwa penting yang terjadi dalam sejarah hidup (siirah) Rasulullah SAW yaitu peristiwa diperjalankannya beliau (isra) dari Masjid al Haram di Makkah menuju Masjid al Aqsa di Jerusalem, lalu dilanjutkan dengan perjalanan vertikal (mi'raj) dari Qubbah As Sakhrah menuju ke Sidrat al Muntaha (akhir penggapaian). Peristiwa ini terjadi antara 16-12 bulan sebelum Rasulullah SAW diperintahkan untuk melakukan hijrah ke Yatsrib (Madinah).
Allah SWT mengisahkan peristiwa agung ini di S. Al Isra (dikenal juga dengan S. Bani Israil) ayat pertama:  Ø³ُبْØ­َانَ الَّذِÙŠ Ø£َسْرَÙ‰ بِعَبْدِÙ‡ِ Ù„َÙŠْÙ„ًا Ù…ِÙ†َ الْÙ…َسْجِدِ الْØ­َرَامِ Ø¥ِÙ„َÙ‰ الْÙ…َسْجِدِ الْØ£َÙ‚ْصَÙ‰ الَّذِÙŠ بَارَÙƒْÙ†َا Ø­َÙˆْÙ„َÙ‡ُ Ù„ِÙ†ُرِÙŠَÙ‡ُ Ù…ِÙ†ْ Ø¢َÙŠَاتِÙ†َا Ø¥ِÙ†َّÙ‡ُ Ù‡ُÙˆَ السَّÙ…ِيعُ الْبَصِير
Artinya; Maha Suci Allah Yang telah memperjalankan hambaNya pada suatu (potongan) malam dari masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat".
Lalu apa pelajaran yang dapat diambil dari perjalanan Isra wal Mi'raj ini? Barangkali catatan ringan berikut dapat memotivasi kita untuk lebih jauh dan sungguh-sungguh menangkap pelajaran yang seharusnya kita tangkap dari perjalanan agung tersebut:

RAKER (RAPAT KERJA) LDSI AT-TARBAWI 2014/2015

Bismillahirrohmanirrahim...

Assalamualaikum sobat J-Pret yang kami cintai karena Allah....
Apa kabarnya nih? Semoga sobat J-PRET selalu dalam lindungan Allah swt. Aamiin.
Tidak lupa pula kita haturkan shalawat serta salam kepada junjungan besar kita, Rasulullah Saw. Semoga kita senantiasa menjadi pengikutNya hingga akhir zaman.

Kali ini J-PRET hadir dengan “kemasan” baru. Diawal kepengurusan Tarbawi OCe ini tim J-PRET akan menyuguhkan info-info seputar rangkaian agenda Tarbawi yang fantastik dan menarik yang pastinya untuk disimak.

Coretan pertama J-PRET kali yaitu tentang Rapat Kerja LDSI At-tarbawi yang dilaksanakan pada tanggal 18 Mei 2014, di FKIP Untan. Penasaran seperti apa Raker Tarbawi kali ini, yuk kita intip apa aja sih isi kegiatannnya...

Sayangnya,  jumlah pengurus yang hadir hanya 40% dari total pengurus yang ada. Yang lainnya pada kemana ya..?? Semoga diawal kepengurusan ini, semangatnya tetap terjaga dan terus membara ya akhi wa ukhti. You’re still young guys, come on, wake up!!

Sebelum memulai acara inti, pertama-pertama para prajurit Tarbawi OCe pemanasan dulu nih dengan senam aerobic yang soundtracknya campursari (ada lagu Begawan solo, dkk). Mantepp!! Didukung pula dengan kondisi lingkungan yang masih segar karena sang mentari masih mengintip malu di balik dedaunan. Setelah itu dilanjutkan dengan sholat dhuha untuk melengkapi kesehatan jasmani dan rohani. Yapss, “Healthy inside, Fresh outside”.

Jarum jam menunjukkan pukul 07.45. dan para pengurus pun dengan semangat melangkahkan kakinya menuju ruang 13-14. Rakerpun dimulai dan dipandu oleh akhina Randa sebagai MC. Diawali dengan melafazkan basmallah dan dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Quran oleh Akhina Badaruddin. Kemudian kata pengantar yang disampaikan oleh akhina Prima mewakili MP Tarbawi. Dan dilanjutkan pengarahan oleh akhina Imran selaku Ketua MP Tarbawi periode 2014/2015. Dari pengarahan tersebut, ada beberapa hal yang perlu diingat yaitu “kita sebagai pengurus baru harus BEDA dari pengurus lama dengan kata lain harus memunculkan ide-ide baru yang lebih cemerlang untuk Tarbawi ke depannya. Tarbawi must be Modern.”

Untuk raker kali ini, memang memiliki konsep yang lebih santai namun tetap serius. Tujuannya agar para pengurus dapat menambah kreativitasnya dan lebih fleksibel. Memasuki acara inti, pak MC memberikan waktu untuk berdiskusi perbidang terlebih dahulu selama 30 menit sebelum progja tersebut dipresentasikan. Tiga puluh menit berlalu, tibalah mempresentasikan hasil progja yang telah disusun untuk kepengurusan LDSI At-tarbawi periode 2014/2015 ini. Dimulai dengan progja pak Ketum, Sekum dan Bendum. Kemudian dilanjutkan oleh masing bidang yang pertama yaitu bidang PSDM, selanjutnya bidang SPF. Dilanjutkan lagi oleh bidang MCT, ATM, Litbang, KWU, ADK dan terakhir bidang Jaringan.
Ditutup dengan pembacaan doa.

Seperti itulah kegiatan Raker Tarbawi OCe untuk periode 2014/2015 yang berlangsung dengan lancar dan kondusif. Satu yang harus selalu kita ingat bahwa dalam mengemban setiap amanah yang berikan haruslah dioptimalkan dengan sebaik mungkin. Karena di setiap kesulitan yang muncul pasti akan ditemukan jalan kemudahan.
Itu saja yang dapat tim J-PRET laporkan, sampai ketemu di J-PRET selanjutnya.

Salam J-PRET!
Cheese………… ^_^
#Tarbawi OCe; Selalu di hati, selalu dinanti...
***MCT_CEKATANS***

Assalamualaikum wr.wb.

SALAM, Cintai Allah Lebih Dekat Lewat Alam




Assalamualaikum Warohmatullahi Wabarokatuh ya akhi wa ukhti? Khaifaa khaluuk? Semoga selalu dalam lindungan Allah ya. Aamiin. Wah wah, sudah cukup lama ya kita tidak bersua, bersapa, juga berjumpa. Kini, tiba saatnya kita untuk bersama-sama bercengkerama tentang cerita istimewa Tarbawi Ceria. Sahabat Tarbawi yang dicintai karena Allah, di tahun baru ini J-Pret (Jurnal Perjalanan Tarbawi) hadir membawa cerita terbaru yang tentunya seru. Namun, seperti biasa  J-Pret  akan menyuguhkan sebuah pantun untuk sahabat nan santun.
Jalan-jalan ke rumah Pak Kadir,
Tidak lupa membawa daun salam,
Sahabat, kini J-Pret kembali hadir,
Dengan mendatangkan berita Salam.
            Salam-salam hai saudara, semoga Allah merahmati, salam-salam hai saudara, semoga hidup jadi bahagia. Loh loh, kok jadi nyanyi ya? he. Nah, masih ada hubungannya dengan salam, Tarbawi  baru saja melaksanakan sebuah perjalanan indah, apalagi kalau bukan Salam (Madrasah Alam). Apa itu madrasah alam, apa temannya madrasah ibtidayah, atau sepupunya madrasah aliyah? he, bukan, bukan itu. Ya, ya, bisa jadi. Walah, pembahasannya jadi lari ke mana-mana ya sahabat. Salam adalah satu di antara agenda unggulan Tarbawi yang rutin diadakan sekali setahun. Kali ini Salam diadakan di Bengkayang, Pantai Kura-kura dari tanggal 27-29 Desember 2013.  Insya Allah jika Allah mengizinkan, tahun 2014 Salam akan menambah jam terbangnya menjadi dua kali dalam setahun. Aamiin. Ya, mungkin masih ada yang belum tahu bagaimana kegiatan Salam itu? Sesuai namanya, Salam mengajarkan kita mengenal Allah lebih dekat lewat alam. Jadi, kita bersekolah bersama alam untuk  menjalin ukhuwah dan mensyukuri ciptaan Allah tentunya.
Dan.. ini dia.. si jali-jali. Lagi-lagi bernyanyi, he. Tepat pada hari Jumat, 27 Desember 2013 Salam dimulai. Saat matahari mulai menampakkan diri, para peserta juga tak mau kalah dengan memperlihatkan batang hidungnya. Satu demi satu dari mereka mulai berdatangan mengisi lahan kosong yang ada di depan FKIP Untan. Sementara, para panitia sudah hadir lebih dulu untuk mengikuti pengarahan antarpanitia dan membereskan barang-barang yang akan dibawa.  Namun, tidak semua bisa ikut ke tempat tujuan. Mereka hanya mengantar sampai ambang pintu keberangkatan. Sebut saja saudara kita yang satu ini, Ukhtina Desy Ayu Wulandari, mahasiswa Prodi Pendidikan Biologi. Ini sudah kali keduanya ia mengantarkan kami setelah sebelumnya pada saat tahun lalu juga melakukan hal yang sama, he. Semoga tahun selanjutnya, ukhtina bisa mengikuti Salam ya. Aamiin. Setelah menunggu sekian lama, akhirnya semua peserta telah memenuhi barisan pertahanan pejuang Allah. Mereka datang dengan semangat yang membara-membara tuk mencari Ridho Allah semata, bukan Ridho Rhoma, he. Pasukan sopir Bus (utusan Allah)  juga telah siap menjemput bala tentara Allah. Sebelum pergi, para peserta diarahkan  terlebih dahulu untuk melaksanakan shalat dhuha sembari berdoa. Setelah itu, mereka langsung mengikuti upacara pembukaan Salam. Pak Ahmadi  yang hadir sebagai perwakilan dari pihak Birokrat memimpin langsung upacara ini.  Semuanya sudah dilakukan, jadi tunggu apalagi?  Yuk, mari kita pergi. Para peserta dan panitia pun langsung memasuki bus yang telah ditentukan.  Jarum jam telah menunjukkan pukul 8.00 WIB,  perjalananpun siap dimulai. Pak Sopir pun mulai menunjukkan keahliannya dalam mengemudikan bus kesayangannya.
Sepanjang perjalanan, tak henti-hentinya alunan dzikir dihatur, pertanda rasa syukur kepada Sang Pencipta Alam Jagat Raya akan ciptaannya yang begitu luar biasa. Di tengah perjalanan, kami serombongan singgah tuk rehat sejenak dan mengisi kampung tengah di sebuah tempat makan. Alhamdulillah, setelah menempuh perjalanan yang cukup panjang, mendaki gunung, lewati lembah, he itu kan lirik lagunya Ninja Hatori.  Sekitar pukul 13.00 WIB, rombongan peserta dan panitia Salam akhirnya sampai di tempat tujuan. Kami pun langsung mengemaskan barang-barang yang dibawa. Ternyata, camp kami masih jauh dari pandangan mata. Itu berarti, kami harus kembali berjalan kaki lagi tuk sampai ke sana. Perjalanan yang kami lalui tidak dekat sehingga barang-barang yang berat harus diangkut  menggunakan motor darat. Sesampainya di camp, panitia langsung mengemaskan ruangan-ruangan yang akan digunakan, mulai dari kamar hingga tak tertinggal pula dapur. Tim Konsumsi tampaknya sudah siap bertempur di dapur, he. Di lapangan, peserta diarahkan Sang PM untuk melaksanakan shalat Jamak Qashar. Seusai shalat, peserta diarahkan untuk makan siang. Sebelumnya, peserta sudah membawa bekal masing-masing dari rumah, jadi mereka memakan bekal yang dibawanya. Sementara itu, panitia juga menyusul shalat dan makan bersama. Acara kembali dilanjutkan dengan upacara pembukaan, pembacaan Tatib, kontrak belajar, dan  peringatan amal yaumi.

Peserta belum sempat istirahat karena acara begitu padat. Usai diingatkan tentang amal yaumi yang harus mereka penuhi, kini saatnya penyampaian taujih. Peserta terlihat begitu serius mendengarkan taujih yang disampaikan pemateri. Tim HPDD siap memotret setiap jalannya acara. Setelah taujih, peserta diberikan materi tentang konsep diri. Materi ini mengajari mereka untuk lebih mengenal dirinya sendiri. Acara kembali berlanjut dengan Games. Para peserta, baik dari rombongan akhwat maupun ikhwan tampak riang gembira mengikuti permainan yang disuguhkan. Setelah cukup lama beraktivitas, para peserta dipersilakan untuk MCK (Mandi Cuci Kakus) di tempat yang telah disediakan. Kemudian, mereka diberi kesempatan untuk beristirahat. Matahari telah menenggelamkan dirinya. Itu berarti, waktu Maghrib telah tiba. Para peserta dan panitia melaksanakan shalat maghrib dan isya secara bergantian.  Tak ketinggalan, al mat-surat dan tilawah juga tak henti-hentinya dilantunkan. Dan.. ini dia, agenda yang ditunggu-tunggu, he apalagi kalau bukan makan malam. Peserta dan panitia dipersilakan untuk makan malam. Peserta terlebih dahulu menyantap makanan yang telah dimasak koki-koki Tarbawi, he. Baru dilanjutkan dengan panitia yang makan setelah piring peserta dicuci. Harap maklum, karena persediaan alat makannya terbatas, he. Subhanallah, lauk sayur timun, sambal kacang, dan kerupuk telah berhasil menghipnotis  kampung tengah setiap insan, he.  Seusai makan malam, agenda masih berlanjut dengan perkenalan panitia dan hiburan. Peserta tampak antusias mengikuti agenda yang satu ini. Selanjutnya peserta berkenalan dengan danpok-danpok yang telah ditentukan. Usai sudah agenda pada hari pertama. Kini, saatnya peserta untuk tidur dan mimpi indah. Di saat peserta tidur, panitia masih harus membuka matanya lebar-lebar untuk mengikuti pengarahan hari esok.
Jarum jam telah menunjukkan pukul 02.30. Peserta dibangungkan untuk melaksanakan QL (Qiyamul Lail). Ini adalah satu di antara amal yaumi yang harus dipenuhi. Amal yaumi ini berguna untuk membiasakan diri para peserta agar rajin beribadah, baik di kala duka apalagi suka. Tentunya tidak hanya peserta yang melaksanakan QL, para panitia juga melakukan hal yang sama. Setelah QL, mereka melaksanakan shalat subuh yang diikuti dengan tilawah dan al-matsurat. Sang Fajar kembali hadir menyinari bumi menandakan telah datangnya pagi. Untuk mengisi energi, para peserta dan panitia dipersilakan sarapan. Bubur kacang hijau buatan anak konsumsi  menjadi tamu pertama yang datang ke kampung tengah, he.


Perjalanan Hiking siap dimulai. Para peserta dan juga panitia mulai berangkat mendaki bukit yang jaraknya tak dekat. Saat mendaki, begitu banyak halang rintang menghadang. Mulai dari jejalanan terjal, hingga tenaga yang sempat tak kuat melawan medan pertempuran. Walau begitu, Allah tetap setia mendampingi hingga Alhamdulillah, akhirnya sampai ke tempat tertinggi. Rasanya awan ada di depan mata, kita lebih tinggi dari pepohonan yang ada. Subhanallah, indahnya ciptaanMu Ya Allah. Para peserta diinstruksikan untuk beristirahat dan merenungi keindahan yang ada. Kemudian, acara dilanjutkan dengan penyampaian taujih tentang ukhuwah. Peserta mendengarkan taujih dengan saksama. Mereka juga saling sharing satu sama lainnya. Tak lupa, para peserta dan panitia berfoto-foto ria sebagai kenangan bersama.
Setelah menjalankan berbagai aktivitas, para peserta kembali ke peristirahatan sementaranya. Dini harinya, peserta kembali dibangunkan panitia. Kali ini, tidak hanya untuk melaksanakan tahajud berjamaah, tapi lebih dari itu. Ialah jurit malam, sebuah perjalanan simulasi menuju alam akhirat. Banyak peserta yang tak sanggup menahan air mata pada saat agenda ini. Mereka menjadi seorang mayat, ditanyai di alam barzah, melewati jembatan sirotul mustaqim, hingga merasakan yang namanya neraka dan surga. Ini semua masih belum seberapa dengan akhirat sesungguhnya. Inti dari jurit malam ini adalah mengajarkan peserta untuk mengingat kematian dan senantiasa memperbaiki dirinya. Acara berakhir hingga subuh hari.
Pagi harinya, peserta kembali disuguhkan dengan makanan bergizi. Kolak ubi kacang hijau dan wedang jahe siap menemani sarapan peserta dan panitia. Salut melihat pengorbanan tim komsumsi, terutama kepada PJnya, Ukhtina Rafika yang rela siang malam memasak untuk peserta dan panitia. Bahkan, pada saat dini hari, ia hanya bekerja seorang diri setelah rekan-rekan kerjanya tak sanggup lagi menahan kantuk yang dirasa. Sekali lagi, salut buat Rafika. Mungkin, jika dalam pertandingan sepakbola ada yang namanya The Man Of The Match, maka tak ada salahnya pula jika dalam Salam ini ada yang namanya The Woment Of The Event, dan orang yang pantas menerima gelar itu adalah Rafika, juru kunci tim konsumsi. Walah walah, kenapa jadi panjang lebar bahas konsumsi ya?he.


Seusai sarapan, peserta dan panitia mempersiapkan diri untuk membersihkan diri, lalu dhuha, dan berkemas-kemas untuk pulang. Sebelum pulang, panitia memuhasabah diri sembari mengintrospeksi diri. Muhasabah ini sendiri dipimpin langsung oleh Kak Imas, alumni Tarbawi. Sungguh, sebuah kebahagiaan tersendiri bagi kami kala melihat para alumni yang bersedia berpartisipasi dan juga ikut berkontribusi, terutama di bidang konsumsi kegiatan Salam ini. Para koki pun mulai menyiapkan makan siang yang dibekali untuk perjalanan pulang. Dengan lauk mi goreng, telur, dan tak ketinggalan pula sambal kacang, rasanya akan mengisi kekosongan pada perut penumpang bus nantinya, he. Hari semakin siang, bumi semakin terang. Sebelum berangkat, kami menunaikan shalat jamak qashar. Subhanallah, tiga hari yang kami lalui terasa begitu cepat sekali. Bus yang akan kami tumpangi telah datang menjemput kami. Kami pun langsung bergegas menuju tempat pemberhentian bus. Sesampainya di bus, hampir semua di antara kami langsung tertidur pulas seakan ada dendam tidur yang ingin dibalas, he. Waktu tak terasa, akhirnya kami sampai di tempat tujuan, bumi khatulistiwa tercinta dengan selamat sentosa.
Sahabat J-Pret, usai sudah kali ini J-Pret melaporkan. Segenap tim J-Pret meminta maaf kepada pembaca setia J-Pret karena tidak semua agenda dapat kami laporkan dengan rinci, hanya sebatas gambaran umum. Bagaimana tidak? Jika kita turuti, seribu halaman pun rasanya masih belum sanggup melengkapi isi cerita Salam ini, he hiperbola sekali. Terima kasih juga tak lupa kami ucapkan kepada pambaca setia J-Pret, khususnya sahabat Tarbawi Ceria. Semoga di tahun 2014 ini, J-Pret bisa semakin menginspirasi dan memotivasi antum di manapun berada. Seperti biasa, jika pada awal J-Pret telah diawali pantun, maka izinkan J-Pret diakhiri juga dengan pantun.
Pergi ke pasar membeli ikan,
Ikan yang dibeli, ikan yang matang,
Sekian dulu J-Pret melaporkan,
Sampai berjumpa di J-Pret yang akan datang.



TPL, Pembuka Desember Ceria

Assalamualaikum Warohmatullahi Wabarokatuh Sahabat Tarbawi Ceria, pembaca setia di manapun antum  berada, kini J-Pret (Jurnal Perjalanan Tarbawi) kembali hadir membawa berita gembira. Sebelum J-Pret memberitakan, izinkanlah berita ini diawali dengan pantun.  

Kak Nia memakan kentang,
Kentang dimakan sambil PPL,
J-Pret datang bukan sembarang datang,
Melainkan membawa berita TPL.

Desember Ceria…( mirip lirik lagu yaJ). Ya, lirik aslinya sih memang September Ceria, tetapi karena berhubung kemarin baru saja Desember datang dengan diantar acara termegah, termewah, dan ter ter lainnya, maka kini liriknyapun berubah seketika menjadi Desember Ceria, he. Lantas,  acara apakah yang mengantarnya sehingga bulanyang satu ini dijuluki bulan Ceria?? Treng.. Treng.. Inilah dia.. persembahanTarbawi Ceria untuk semua orang Ceria, acara..  TPL… (Gayanya seperti MCsaja ya, hehe). Nah loh, apa itu TPL? Apa TPL itu kewajiban mahasiswa semester atas  FKIP Untan? Oh, bukan ya, itu PPL,he. TPL adalah singkatan dari Training Prophetic Learning. TPL kali ini mengangkat tema “Menjadi Cerdas dengan Jalan Kenabian”. 

Sahabat Tarbawi Ceria yang dicintai karena Allah, prosesi acara TPL berlangsung dengan meriah. Mulai dari pukul 07.30 WIB, sudah terlihat satu dua peserta yang mulai berdatangan. Semakin mendekati waktu dimulainya acara, yaitu pukul 08.00,peserta semakin ramai yang berdatangan. Mereka datang dari pelbagai universitas  dan sekolah yang berbeda. Mereka pun melakukan registrasi, lalu disusul dengan pembagian konsumsi. Akhirnya, acara TPL yang telah ditunggu sejak berminggu-minggu ini dimulaijuga. Randa Reynaldi dan Imang selaku MC membuka acara dengan semangat yang membara-bara. Acara pertama adalah pembacaan tilawah yang dibacakan oleh Budi dar iUntan dan saritilawah dibacakan oleh Badar yang juga personel Tarbawi, seperti group band saja ya, he. Setelah peserta terhanyut oleh alunan ayat-ayat suci Al-Quran  yang indah dan menenangkan, untaian terjemahan yang menyentuh jiwa , kini giliran Sang Ketua Umum Tarbawi, Prima Yuliantoro untuk menyampaikan kata sambutannya. Selanjutnya, perwakilan dari Birokrat FKIP Untan, Bapak Sudahlan, S.Sos yang memberikan kata sambutan sekaligus membuka acara Training Prophetic Learning. Dengan Bismillaahirrohmaanirrohim...,acara TPL secara remi dibuka. Alhamdulillah. 

Saatnya kita memasuki acara inti, yaitu penyampaian materi oleh  Ustad Dwi Budianto, Kabid Intaq Kemenpora,Dosen Universitas Yogyakarta, Motivator Internasional, dan juga penulis buku Prophetic Learning. Subhanallah, banyak sekali ya jabatannya:). Dengan gayanya yang sederhana, beliau dapat menghipnotis semua peserta yangada, semua mata pun tertuju padanya. Dia bercerita tentang kisahnya yang mulaidari nol hingga bisa seperti saat ini. Semuanya membutuhkan usaha, kerja kerasdan doa tentunya. Satu lagi yang tidak bisa kita pungkiri  ialah “semuanya adalah kehendak Allah”. JikaAllah berkendak, maka jadilah seperti yang dikehendakiNya. Sebaliknya, jikaAllah belum berkehendak, maka rencana kita tidak akan terlaksana. Motivasi-motivasi yang diberikan oleh Sang Motivator Internasional ini begitu menginspirasi semua peserta yang hadir diAula Wali Kota. Bahkan, tidak sedikit dari mereka yang menitikkan air mata di pipi, apalagi saat disinggungtentang orang tua. Mengutip perkataan beliau, bahwa “Sukses hanyamelibatkan 20% hal teknis, 80% lainnya berasal dari mindset pribadi itusendiri”. Terakhir, beliau menambahkan bahwa bisa menjadi seperti saat ini karena selalu mendekatkan diri kepada Sang Penggenggam bumi, Allah SWT. Beliau selalu beribadah, baik yang wajib maupun sunah. Dan,beliau selalu mencari ilmu dengan menghadiri majelis ilmu pengajian (Liqo’),karena dari sinilah beliau belajar banyak hal.

Waktutak terasa, jarum jam telah menunjukkan pukul sebelas lewat beberapa menit, Ustad Budi pun menyudahi penjelasannya. Kedua MC pun langsung membuka sesi tanyajawab. Ada beberapa pertanyaan yang diajukan oleh ikhwan maupun akhwat. Dosen UNY ini pun langsung kembali berdiri menjawab pertanyaan yang telah diajukantadi. Bagi penanya diberikan hadiah sepesial, yaitu sebuah buku karya Dwi Budianto. Rangkaian demi rangkaian telah dilaksanakan, tapi masih ada yangkurang. Ya, hiburan. Penampilan nasyid oleh VOA (Voice ofAt-Tarbawi) yang memiliki cirri khas tersendiri menarik perhatian peserta sehingga banyak yang ikut bernyanyi seraya menikmati.Kini, saatnya sesi foto-foto bersama Sang Pemateri, Ustad Dwi Budianto. Mulai dari peserta hingga panitia dengan penuh antusias ikut berfoto bersama beliau.

Sahabat J-Pret Ceria, usai sudah J-Pret kali ini memberitakan. Semoga J-Pret bisa memberi motivasi dan menjadi inspirasi bagi pembaca setia yang Ceria:). Jika diawal tadi J-Pret telah menyuguhkan sebuah pantun, maka izinkanlah J-Pret kali ini juga diakhiri dengan pantun.

Pergi ke pasarmembeli ikan,
Ikan yangdibeli, ikan yang matang,
Sekian duluJ-Pret melaporkan,
Sampai berjumpadi J-Pret yang akan datang.

AYO MENULIS BERSAMA TARBAWI




Dalam rangka semarak Muharram kami memberi kesempatan untuk kamu bisa berpartisipasi mengisi blog tarbawi. Sebuah even mengenai pembelajaran untuk kamu para blogger di Universitas Tanjungpura  pada umumnya dan blogger FKIP serta para netter FKIP khususnya.

Cara daftar !!

-          Kirim biodata ke computertarbawi@gmail.com

dengan  subject : “COMPUTER-NAMA PENULIS”

-          Untuk isi email sertakan :
Nama :
Alamat :
HP :
-          Serta lampirkan file berfoirmat .doc yang berisikan tulisan kamu. Hasil seleksi tulisan yang sesuai akan dipublikasikan di ldsiattarbawi.blogspot.com dengan mencantumkan nama pemilik tulisan tersebut.


Kriteria
-          Calon penulis  mengunjungi blog ldsi At-Tarbawi terlebih dahulu.
-          Tulisan dapat berupa artikel, cerpen, puisi , dan opini.
-          Penulis yang menulis artikel mengenai akhwat, tulisan akan di publikasikan di rubric akhwat zone.
-          Penulis yang menulis artikel mengenai ikhwan , tulisan akan dipublikasikan di rubric ikhwan zone.
-          Penulis yang menulis artikel umum, tulisan akan di publikasikan di rubric artikel.
-          Dan penulis yang menulis surat cinta , tulisan akan di publikasikan di rubric surat cinta.( untuk Allah SWT, Rasulullah saw , dan saudara )
-          Penulis wajib mengirim tulisan  ke email computertarbawi@gmail.com
-          Tulisan minimal 300 kata
-          Font size 12. Times new roman.
-          Tulisan murni buatan sendiri (No Copas)
-          Penulisan menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar.
-          Tulisan belum pernah di publikasikan.
-          Penulis di harapkan dapat berkunjung ke fb dan follow twitter ldsi at-tarbawi.

Daftar sekarang juga, Gratis
Pengumpulan artikel terakhir 22 November 2013


Cp :     081352207234 ( Reza )
            085654447790 ( Uswa )

Kalender Hijriah

 
Copyright © 2013. LDSI At-tarbawi - All Rights Reserved
Published by LDSI At-tarbawi
Proudly powered by Blogger