Latest Article Get our latest posts by subscribing this site

STAND Tarbawi Informasi (SPF)


Assalamualaikum Warohmatullahi Wabarokatuh Sahabat Tarbawi CERIA J. KhaifakhalukJ?  Semoga masih tetap semangat dan CERIA yaJ.  Kali ini, JePret akan melaporkan agenda STAND TarbawiInformasi dari SPF LA. Tapi, kali ini JePret akan menyajikan nya secara berbeda. Yaitu dalam bentuk Diary. Simak kisahnya berikut ini ya.. Selasa, 18 Juni 2013, Pukul 06.00 WIB. Hari ini SPF mau bikin Stand Tarbawi Informasi, atau yang bisa disingkat (S-TB à dibaca nya Es Tebu). Gak nyambung ya??....Iya juga sih.*Gak papa lah yang penting ear catching.  Agenda ini merupakan agenda bersama bidang Syiar se-UNTAN. Jadi, pada hari ini tu, semua LDF di UNTAN itu membuka stand yang sama (dengan gaya yang mungkin berbeda). Kita kembali ke Kampus FKIP. Waktu menunjukkan pukul 06.00 WIB. Kampus masih sangat sepi. Terlihat dari kejauhan dua akhwat tangguh sedang memindahkan meja dari belakang aula ke depan copy center. Siapa mereka?? Oh.., Ternyata Kabid SPF, Gellis Firdha Auliana, dan PJ agenda S-Tebu,  Dwi Martina. *Pagi-pagi sudah olah raga angkat meja.
Jadi ..Agenda Stand Tarbawi Informasi ini memang merupakan satu di antarabeberapa agenda unggulan TARBAWI. Kenapa unggulan? Karena ini adalah agenda yang memberikan  pelayanan nyata kepada mahasiswa. Stand Tarbawi Informasi ini merupakan pusat Informasi bagi para peserta SBMPTN.
Di Stand Tarbawi Informasi ini, kita melayani mahasiswa dengan berbagai macam kebutuhan. Mulai dari membagikan 200 lembar denah kampus FKIP dan ruangan Ujian. Membagikan alat – alat perlengkapan ujian secara Cuma – Cuma atau Gratis. Menyediakan guide bagi peserta yang kebingungan denganlokasiruangujian. Membagikan Buletin dan Pamflet seputar Tarbawi. Dan lain-lain.
Di Stand ini, kita juga menjual keripik pisang “Full of Love” dengan harga yang murah meriah.Pukul 07.00 WIB, Pengurus ikhwan mulai berdatangan.  Peserta semakin ramai yang datang dan bertanya. Dalam waktu bersamaan, KWU jugamembuka stand jualan makanan,minumandan lain – lain.  Semuanya berjalan dengan sangat lancar, aman dan terkendali. J

Pukul 7.30 WIB, Peserta mulai ujian. SPF memutuskan untuk menutup Stand dan membukanya kembali esok hari . Namun,  Malang tak dapat ditolak, untung tak dapat diraih.
Insiden yang tak diinginkan pun terjadi. -__-. Stand Kwu yang masih tegak berdiri di depan copy center mendapatkan teguran dari Satpam FKIP. Satpam itu marah – marah karena tarbawi membuka stand di tempat illegal (*di depan copcen).Keadaanpun  semakin memanas karena pada saat itu yang seharusnya bisa memberikan argument sanggahan kepada satpam (Kabid SPF) justru sudah tidak ada di lokasi kejadian.

Satpam                        :  “Kalaumaubukastanitu, izindulu!!”
Tarbawi           :  “Kami sudahizindengansatpamdanpakAhmadi, Pak”
Satpam                        :  “ Seharusnyaizinlagi, sayakanlupa”.

Intinya seperti itu lah y..

Akhirnya, KWU pun mengalah dan memutuskan untuk menutup stand. Walaupun hanya berjualan sebentar, dan diakhiri dengan momenyg tidak mengenakkn pula, KWU Tarbawi berhasil meraih keuntungan yang lumayan banyak darijualan tadi loh sahabat Tarbawi CeriaJ

Seharusnya, besok Stand Tarbawi Informasi dibuk alagi, namun karena peristiwa yang kurang mengenakkan itu, Kabid SPF memutuskan untuk tida kmembuka Stand karena stand di hari ke-2 jugatidak terlalu urgen.

***
Sahabat ceria Tarbawi, sekian liputan Jepret kali ini. Jepret akan kembali hadir dengan suguhan cerita – ceritaTarbawi yang semoga selalu menginspirasi. Terimakasih atas partisipasinya. Salam Ceria Sahabat TarbawiJ.
 Jepretakhiri,Wabillahitaufik Walhidayah WassalamualaikumWarohmatullahiwabarokatuhJ.

Serenade Cinta Penakhluk Kabar Gembira





Jauh sebelum ruh tertiup dalam benih sang ibu…
Lidah Rasul telah bercerita tentangnya…
Tentang panglima yang akan menggegerkan dunia…
Tentang pasukan yang akan menembus Aya Sophia…
Pemuda yang menghabiskan siang dan malamnya…
Demi rencana untuk menembus tujuh lapis tembok menjulang…
Cinta meliputinya, dan ia pun meliputi cinta…
Terhadap bisyarah Rasul dan janji Sang Rahman…

Apa yang mampu membuat jiwanya terang
Oleh visi yang tak pernah terjangkau oleh generasi sebelumnya?

Matanya mampu melihat masa depan…
Di saat yang lain menggelengkan kepala…
Matanya mampu menembus logika…
Di saat yang lain berkata tidak mungkin…
Pemikiran, jasad dan jiwanya terselimuti keberanian dan iman yang nyaris sempurna…

Satu kata, cinta…
Yang memenuhi seluruh urat nadinya…
Pada Dia Yang Perkasa…
Dan pada dia yang sangat terjaga…

Sejarah telah mencatat…
Kekaisaran Timur yang paling agung pun tunduk dan lenyap…
Digantikan dengan gelombang kekuasaan syari’ah…
Meskipun tak selamanya zaman memihak pada kebenaran…

Kisah ini belum selesai…
Karena kisah cinta tak mudah tamat begitu saja…
Masih banyak bukti cinta lain…
Menanti titik waktu yang tepat…

                                                                       Salam perjuangan ^^ 

 

RAKER LDSI AT-TARBAWI pengurus 2013/2014





Assalamualaikum warohmatullah wabarokatuh,
                Salam CERIA buat sahabat LDSI At-Tarbawi ^_^, apa kabarnya sekarang? Baik donk ya..hhe, semoga kita selalu menjadi orang2 yang selalu bersyukur atas, nikmat yang diberikan Allah SWT. Berita yang akan dibawakan di postingan ini adalah mengenai RAKER, apa ya raker itu.. Di awal kepengurusan ini, LDSI melaksanakan RAKER. Raker adalah akronim dari Rapat Kerja.. nah jadi raker itu adalah sebuah forum ‘rapat’ yang mana membahas mengenai program kerja program kerja yang diadakan setiap bidang dalam satu periode kepengurusan kedepan.
                Nah ada yang spesial pada raker kali ini, karena raker berlansung di 3 tempat. Nahlo gimana tu ceritanya. Hha let’s cek it out. RAKER LDSI AT-TARBAWI FKIP UNTAN dilaksanakan pada hari ahad tepatnya tanggal 16 Juni 2013, para pengurus dikumpulkan pada jam 09:00 pagi di masjid Al Muhtadin Untan, disini dilakukan kegiatan pembukaan, dan forum bidang. Acara pembukaan di komando oleh MP tarbawi yang hadir pada saat itu yaitu bang Imran Ramadhan. Dimana beliau memberikan pengaraahan (taujih) singkat kepada pengurus, dilanjutkan oleh ketua LDSI At-Tarbawi Prima Yuliantoro untuk memimpin RAKER. Setelah beberapa taujih dari ketua, selanjutnya dilakukan forum bidang untuk memfixkan program kerja yang disusun dan mendiskusikan beberapa program kerja yang masih belum siap. Kemudian acara dipending untuk ISHOMA dan dilanjutkan pada pukul 13:00 bertemnpat di Masjid Mujahidin Pontianak.
                Kegiatan di Mujahidin dilaksanakan dengan agenda presentasi bidang-bidang tentang program kerja yang mereka buat, kegiatan ini kemudian juga dipending sekitar jam 14:45 berhubung di mujahidin ada agenda lain, sehingga RAKER di pindah tempat ke masjid FKIP, usai shalat ashar RAKER kembali dilanjutkan masih dengan presentasi bidang tentaang progja. Diakhir presentasi dilaksanakan kegiatan tanya jawab di sini terjadi tanya jawab sekaligus diskusi dan masukan dari MP kak Ananda dan Para peserta raker yang insyaAllah dari tanya jawab itu menghasilkan perbaikan yang membangun dari progja-progja bidang yang akan dilaksanakan. Dari RAKER ini akan sangat menentukan arah kemana Tarbawi akan bergerak.  Dan merapikan jalan-jalannya agar lebih mudah tuk dilewati. Dari RAKER ini semoga semua Proogram kerja dari LDSI AT-TARBAWI DAPAT berjalan dengan baik.. Aamiin..
'Kamu (wahai umat Muhammad) adalah sebaik-baik umat yang dilahirkan, (kerana) kamu menyuruh berbuat segala perkara yang baik dan melarang daripada segala perkara yang salah (buruk dan keji), serta kamu pula beriman kepada Allah (dengan sebenar-benar iman)'.
(QS. ALI-IMRAN : 110)
#TarbawiCeria

Kiat-kiat Menyambut Ramadhan



1. Memperbanyak doa
Memperbanyak doa agar :
a. Allah SWT memberi kesempatan kita untuk bertemu Ramadhan.
b. Saat bertemu Ramadhan kita dalam keadaan sehat wal ‘afiat.
c. Kita bersemangat dalam mengisi Ramadhan dengan berbagai amal shalih.
d. Kita dihindarkan dari berbagai hal yang akan mengganggu upaya optimalisasi Ramadhan.
Saat beliau saw melihat munculnya hilal yang menjadi pertanda awal bulan, beliau berdo’a:
Dari Ibnu Umar ra ia berkata: Rasulullah saw jika melihat hilal beliau bersabda: Allah Maha Besar, ya Allah, jadikanlah hilal ini hilal yang membawa keamanan dan keimanan, keselamatan dan Islam, serta taufiq kepada segala hal yang dicintai dan diridhai Tuhan kami, Tuhan kami dan Tuhanmu adalah Allah (H.R. Ahmad dan Ad-Darimi, redaksi yang dipergunakan adalah redaksinya, juga diriwayatkan oleh Ibnu Hibban dan dinilai shahih olehnya).
Diriwayatkan juga bahwa saat Ramadhan tiba, beliau saw berdo’a:
Ya Allah, selamatkan saya untuk Ramadhan dan selamatkan Ramadhan untukku dan selamatkan dia sebagai amal yang diterima untukku (H.R Ath-Thabarani dan Ad-Dailami).
Setelah kita berdoa dan doa kita dikabulkan Allah SWT, hendaklah kita istiqamah (konsisten) dengan apa yang kita minta serta tidak mengikuti jalan orang-orang yang tidak berilmu, sebagaimana tersebut dalam cerita nabi Musa dan Harun as. Allah SWT menceritakan kejadian itu dalam firman-Nya:
“Sesungguhnya telah diperkenankan permohonan kamu berdua, sebab itu tetaplah kamu berdua pada jalan yang lurus dan janganlah sekali-kali kamu mengikuti jalan orang-orang yang tidak mengetahui”. (Q.S. Yunus: 89).
2. Memperbanyak pujian dan syukur kepada Allah SWT yang telah memberi kesempatan kepada kita untuk bertemu Ramadhan.
Imam Nawawi berkata: disunnatkan bagi siapa saja yang mendapat kenikmatan baru yang tampak jelas atau bagi yang terhindar dari cobaan yang tampak jelas untuk melakukan sujud syukur atau memperbanyak pujian kepada Allah.
Dan merupakan kenikmatan terbesar saat kita mendapatkan taufiq untuk melakukan ketaatan, dan saat kita memasuki Ramadhan dalam keadaan sehat wal afiat adalah sebuah kenikmatan besar yang patut kita ekspressikan dengan memperbanyak pujian dan rasa syukur kepada Allah SWT.
3. Bergembira dan ceria atas kedatangan Ramadhan.
Tersebut dalam hadits bahwa Rasulullah saw menyampaikan berita gembira kepada para sahabat tentang kedatangan bulan Ramadhan.
Dari Abu Hurairah ra ia berkata: Rasulullah saw saat Ramadhan tiba bersabda: Telah datang kepada kalian bulan Ramadhan, Allah telah wajibkan atas kalian puasa di siang harinya, pada bulan ini pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup dan syetan-syetan dibelenggu, pada bulan ini ada satu malam yang lebih baik dari seribu bulan, siapa yang terhalang dari kebaikannya berarti ia telah benar-benar terhalang (H.R. Ahmad).
Begitu juga para salafush-shalih, mereka menampakkan ekspresi kegembiraan yang berlebih bila bulan Ramadhan riba.
4. Menyusun perencaan yang baik untuk optimalisasi Ramadhan.
Banyak orang menyusun rencana matang dan rinci untuk urusan dunianya, namun, sering sekali lupa menyusun rencana yang baik untuk akhiratnya. Ini pertanda bahwa mereka belum memahami dengan baik missi hidupnya. Karenanya, banyak peluang kebaikan luput dari mereka. Mengingat Ramadhan banyak menjanjikan berbagai kebaikan, sudah selayaknya bila seorang muslim memiliki rencana yang matang dalam hal ini. Buku pendek yang ada di tangan anda ini semoga bisa membantu dalam hal ini.
5. Tekad yang sungguh-sungguh untuk optimalisasi Ramadhan, mengisi waktu-waktunya dengan berbagai amal shalih.
Siapa yang berazam dengan sesungguhnya kepada Allah SWT niscaya Dia akan sungguh-sungguh pula dalam merealisasikan tekadnya serta memberi pertolongan kepadanya untuk berbuat taat dan memudahkan berbagai jalan kebaikan. Allah SWT berfirman:
Tetapi jika mereka benar (imannya) terhadap Allah, niscaya yang demikian itu lebih baik bagi mereka. (Q.S. Muhammad: 21)
6. Ilmu dan pemahaman yang baik terhadap hukum-hukum Ramadhan.
Adalah kewajiban setiap mukmin untuk beribadah kepada Alalh SWT atas dasar ilmu dan pemahaman, dan tidak ada alasan untuk tidak mengetahui kwajiban-kewajiban yang telah Allah SWT fardhukan atas hamba-hamba-Nya. Termasuk dalam hal ini adalah puasa Ramadhan. Karenanya, seyogyanya setiap muslim mengetahui masalah-masalah puasa dan hukum-hukumnya sebelum bulan puasa itu datang, agar puasa yang dia lakukan menjadi sah dan diterima di sisi Allah SWT. Allah SWT berfirman:
Maka bertanyalah kepada ahli dzikir jika kalian tidak mengetahui (Q.S. Al-Anbiya’: 7).
7. Bertaubat
Tekad yang kuat untuk meninggalkan dosa dan keburukan, serta taubat yang benar dari segala kemaksiatan, mencabut diri darinya serta tidak akan kembali kepadanya, sebab bulan Ramadhan adalah syahrut-taubah (bulan taubat), oleh karena itu, siapa saja yang tidak bertaubat pada bulan ini, kapan lagi ia akan bertaubat?
Dan bertaubatlah kalian semua kepada Allah wahai orang-orang yang beriman, agar kalian beruntung (Q.S. An-Nur: 31).
8. Pengkondisian jiwa dan ruhani
Pengkondisian jiwa dan ruhani melalui bacaan, telaah kitab dan buku, mendengar kaset Islami yang berisi ceramah atau pelajaran yang menjelaskan keutamaan-keutaam puasa dan hukum-hukumnya agar jiwa menjadi kondusif untuk taat. Rasulullah saw telah menyiapkan jiwa dan spirit para sahabat untuk optimalisasi Ramadhan pada akhir bulan Sya’ban. Beliau bersabda:
Telah datang kepada kalian bulan Ramadhan… (H.R. Ahmad dan Nasa-i).
9. Persiapan dan perencaan yang baik untuk melakukan dakwah,
melalui:
a. Menyiapkan bahan-bahan ceramah yang baik untuk disampaikan dalam kesempatan-kesempatan kultum yang ada.
b. Membagikan buku-buku mau’izhah, dan fiqih terkait dengan Ramadhan.
c. Menyiapkan hadiah Ramadhan. Bisa saja isinya berupa buku, kaset dan semacamnya, lalu dikemas khusus dengan label: bingkisan Ramadhan・
d. Mengingatkan kepada orang-orang yang memiliki kecukupan untuk memperhatikan fakir miskin, memperbanyak sedekah dan menunaikan zakat.

10. Menyambut Ramadhan dengan membuka lembaran putih bersama:
a. Allah SWT dengan cara bertaubat dengan sesungguhnya.
b. Rasulullah saw dengan cara taat kepadanya dalam hal yang ia perintahkan dan meninggalkan segala yang dicegah dan dilarang.
c. Kedua orang tua, istri/suami, anak-anak, kerabat, sanak famili, handai tolan dan semacamnya.
d. Masyarakat tempat ia bertempat tinggal agar menjadi hamba yang shalih dan bermanfaat. Rasulullah -shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda:
Seutama-utama manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia

(Sumber : milis Al-Ikhwan)

KEUTAMAAN SOLAT SUBUH


Keutamaan shalat subuh sebenarnya sangat banyak sekali. Dalam hal ini, banyak dalil yang menyinggung keutamaan shalat subuh. Salah satu penulis yang membukukan tentang keutamaan shalat subuh yakni Egha Zainur Ramadhani. Satu persatu akan kita bahas hadits rasulullah SAW mengenai keutamaan shalat subuh.

Dalil keutamaan shalat subuh #1
Utsman bin Affan ra berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda: "Barangsiapa yang shalat isya berjamaah maka seakan-akan ia telah shalat setengah malam. Dan barangsiapa shalat subuh berjamaah (atau dengan shalat Isya-seperti tertera dalam hadits Abu Dawud dan At Tirmidzi) maka seakan-akan ia telah melaksanakan shalat satu malam penuh." (Hadits Riwayat Muslim).

Dalil keutamaan shalat subuh #2
Abu Hurairah ra meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Kalau sekiranya manusia mengetahui apa yang tersembunyi dalam azan dan shaf pertama, maka mereka tidak akan mendapatkan bagian kecuali dengan jalan diundi di dalamnya, niscaya mereka akan ikut serta dalam undian (banyaknya orang yang berbondong-bondong guna mendapatkan shaf pertama). Dan jika mereka mengetahui apa yang didapatkan dalam awal kedatangan (shalat jamaah), niscaya akan berlomba-lomba. Dan, jika mereka mengetahui apa yang tersimpan di dalam shalat Subuh dan Isya, maka mereka akan mendatanginya walau dengan merangkak." (Hadits Riwayat Bukhari).

Memang begitu istimewanya shalat subuh, bahkan shalat sunnah yang menyertainnya juga mendapatkan porsi yang luar biasa.

Aisyah meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Dua rakaat Fajar (shalat sunnah sebelum subuh) lebih baik dari dunia dan seisinya." (Hadits Riwayat Muslim).

Shalat sunnahnya saja lebih baik dari dunia dan seisinya, lalu bagaimana dengan shalat wajibnya itu sendiri? Sungguh tak terbayangkan keutamaannya! Namun sayangnya manusia justru kerap melalaikan shalat subuh ini.

Ammarah bin Ruwaihah ra meriwayatkan bahwa dirinya mendengar Rasulullah SAW bersabda, "Tidak akan masuk neraka orang yang shalat sebelum terbit matahari dan sebelum terbenam matahari." (Hadits Riwayat Muslim). Hadits ini semakin menguatkan keutamaan shalat subuh.

Secara medis, shalat ini berhubungan erat dengan Tahajjud dan Kortisol. Shalat subuh menjadi semacam paket dengan Tahajjud untuk mendapat efek kesehatan, mengingat shalat ini tepat berada di penghujung sepertiga malam terakhir.


SUMBER : ISLAM-MUTIARA.BLOGSPOT.COM

Fiqih Safar


Segala puji bagi Allah Rabbul 'alamin, shalawat dan salam semoga tercurah kepada Rasulullah, kepada keluarganya, sahabatnya dan orang-orang yang mengikutinya sampai hari kiamat. Amma ba'du:
Berikut ini merupakan masalah-masalah seputar safar yang perlu diketahui oleh setiap musafir agar perjalanan mereka diberkahi, insya Allah.
1.   Perjalanan yang disebut sebagai safar
Setiap perjalanan yang dianggap oleh orang-orang sebagai safar (bepergian jauh), maka tidak syak lagi bahwa perjalanan tersebut adalah safar, baik jaraknya jauh atau tidak begitu jauh, lama atau hanya sebentar. Yang dijadikan patokan dalam hal ini adalah 'uruf (kebiasaan umum yang berlaku). Hal itu, karena dalil-dalil safar yang berlaku di sana rukhshah bersifat mutlak, tidak dibatasi oleh apa pun. Allah Subhaanahu wa Ta'aala berfirman:
"Dan apabila kamu bepergian di muka bumi, maka tidaklah mengapa kamu menqashar shalat(mu)…dst" (Terj. An Nisaa': 101)
2.   Menjadikan suatu tempat sebagai tempat tinggal (baca: Istiithaan).
Istiithaan terbagi menjadi dua:
a.  Seseorang menempati tempat tinggal aslinya (kampung halamannya).
b. Seseorang menempati tempat lain sebagai tempat tinggalnya.
Untuk yang pertama, jika seseorang keluar dari tempat tinggalnya itu, dan dalam dirinya ada niat kembali lagi serta tidak menjadikan tempat lain sebagai tempat tinggalnya, maka keluarnya dianggap sebagai musafir.
Untuk yang kedua, jika seseorang keluar dari tempat tinggalnya itu meskipun perginya ke kampung halamannya untuk berkunjung, dan tidak bermaksud tinggal di sana, maka kepergiannya ke kampung halamannya dianggap sebagai safar, berlaku hukum-hukum safar baginya. Hal ini, sebagaimana Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam ketika keluar dari Makkah dan tinggal di Madinah, maka ketika Beliau ke Makkah, Beliau sebagai musafir. Oleh karena itu, saat Beliau ke Makkah dan melakukan shalat di sana, Beliau mengqasharnya, dan menyuruh penduduk makkah sebagai makmum menyempurnakan shalatnya.
3.   Mulai berlaku hukum-hukum safar
Apabila seseorang berpisah dari bangunan-bangunan kotanya, maka mulai berlaku hukum safar baginya. Hal ini berdasarkan hadits Anas radhiyallahu 'anhu ia berkata, "Aku shalat Zhuhur bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam di Madinah empat rak'at, dan di Dzulhulaifah dua rak'at." (HR. Bukhari)
Syaikh Ibnu 'Utsaimin rahimahullah berkata, "Yang dijadikan patokan adalah berpisah badan dari bangunan yang ada, bukan berpisah pandangan, yakni tidak disyaratkan dalam berpisah itu harus tidak melihat rumah-rumah, bahkan cukup berpisah badan." (Asy Syarhul Mumti' 4/512)
4.   Adab safar
Ada beberapa adab bagi musafir, di antaranya adalah:
a.   Dianjurkan memilih hari Kamis
Hal ini berdasarkan hadits Ka'ab bin Malik berikut, ia berkata: "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam hampir tidak keluar dalam safar kecuali pada hari Kamis." (HR. Bukhari)
b.   Berdoa ketika berangkat dan ketika pulang.
Ibnu Umar berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam apabila telah berada di atas untanya untuk keluar bersafar, Beliau bertakbir tiga kali dan mengucapkan:
« سُبْحَانَ الَّذِى سَخَّرَ لَنَا هَذَا وَمَا كُنَّا لَهُ مُقْرِنِينَ وَإِنَّا إِلَى رَبِّنَا لَمُنْقَلِبُونَ اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ فِى سَفَرِنَا هَذَا الْبِرَّ وَالتَّقْوَى وَمِنَ الْعَمَلِ مَا تَرْضَى اللَّهُمَّ هَوِّنْ عَلَيْنَا سَفَرَنَا هَذَا وَاطْوِ عَنَّا بُعْدَهُ اللَّهُمَّ أَنْتَ الصَّاحِبُ فِى السَّفَرِ وَالْخَلِيفَةُ فِى الأَهْلِ اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنْ وَعْثَاءِ السَّفَرِ وَكَآبَةِ الْمَنْظَرِ وَسُوءِ الْمُنْقَلَبِ فِى الْمَالِ وَالأَهْلِ » .
"Mahasuci Allah yang menundukkan binatang ini bagi kami, dan sebelumnya kami tidak mampu menundukkannya, dan sesungguhnya hanya kepada Tuhan kamilah kembali. Ya Allah, sesungguhnya kami meminta kepada-Mu dalam safar kami ini  kebaikan, ketakwaan dan amalan yang Engkau ridhai. Ya Allah, ringankanlah bagi kami safar ini dan dekatkanlah yang jauh. Ya Allah, Engkaulah teman di perjalanan dan pengganti kami bagi keluarga. Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari penderitaan safar, pandangan yang menyedihkan dan buruknya tempat kembali pada harta dan keluarga."
dan apabila Beliau pulang, maka Beliau mengucapkan kata-kata yang sama, namun menambah (dengan kata-kata):
آيِبُونَ تَائِبُونَ عَابِدُونَ لِرَبِّنَا حَامِدُونَ » . 
"Dalam keadaan kembali, bertobat, beribadah dan memuji Tuhan Kami." (HR. Muslim)
c.    Dianjurkan mengucapkan "A'uudzu bikalimaatillahittaammah min syarri maa khalaq" ketika singgah di suatu tempat.
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
« مَنْ نَزَلَ مَنْزِلاً ثُمَّ قَالَ أَعُوذُ بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّاتِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ . لَمْ يَضُرُّهُ شَىْءٌ حَتَّى يَرْتَحِلَ مِنْ مَنْزِلِهِ ذَلِكَ » . 
"Barang siapa yang menempati suatu tempat, lalu mengucapkan, "A'uudzu…dst." (artinya: Aku berlindung dengan kalimat Allah yang sempurna dari kejahatan makhluk-Nya), maka tidak ada sesuatu pun yang membahayakannya sampai ia pergi dari tempat itu." (HR. Muslim)
d.   Dianjurkan bertakbir ketika menaiki tempat tinggi dan bertasbih ketika turun.
Jabir radhiyallahu 'anhu berkata, "Kami ketika menaiki tempat tinggi bertakbir dan ketika turun bertasbih." (HR. Bukhari)
e.   Dianjurkan berdoa ketika masuk ke sebuah kampung.
Doanya adalah sbb.:
اَللَّهُمَّ رَبَّ السَّموَاتِ السَّبْعِ وَمَا أَظْلَلْنَ ، وَرَبَّ الْأَرَضِيْنَ السَّبْعِ وَمَا أَقْلَلْنَ ،وَرَبَّ الشَّيَاطِيْنِ وَمَا أَضْلَلْنَ ، وَرَبَّ الرِّيَاحِ وَمَا ذَرَيْنَ. أَسْأَلُكَ خَيْرَ هَذِهِ اْلقَرْيَةِ وَخَيْرَ أَهْلِهَا ، وَخَيْرَ مَا فِيْهَا، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّهَا، وَشَرِّ أَهْلِهَا ، وَشَرِّ مَا فِيْهَا
“Ya Allah, Tuhan langit yang tujuh dan apa yang dinaunginya, Tuhan bumi yang tujuh dan apa yang berada di atasnya, Tuhan setan-setan dan makhluk yang disesatkannya, Tuhan angin dan apa yang dibawanya. Aku meminta kepada-Mu kebaikan kampung ini dan kebaikan penghuninya serta kebaikan yang ada di dalamnya. Aku pun berlindung kepada-Mu dari keburukannya, keburukan penghuninya dan keburukan yang ada di dalamnya.” (HR. Nasa'i dalam 'Amalul yaum, Ibnu Khuzaimah, Baihaqi, Hakim dan ia menshahihkannya serta disepakati oleh Adz Dzahabi)
f.    Wanita yang bersafar harus disertai mahram.
Haram hukumnya bagi wanita bersafar sendiri. Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam berikut:
« لاَ يَخْلُوَنَّ رَجُلٌ بِامْرَأَةٍ إِلاَّ وَمَعَهَا ذُو مَحْرَمٍ وَلاَ تُسَافِرِ الْمَرْأَةُ إِلاَّ مَعَ ذِى مَحْرَمٍ » .
"Janganlah sekali-kali seseorang berkhalwat (berduaan) dengan wanita kecuali ditemani mahram, dan janganlah seorang wanita bersafar kecuali bersama mahram." (HR. Muslim)
Dalam hadits Abu Sa'id Al Khudriy disebutkan contoh mahram:
...إِلاَّ وَمَعَهَا أَبُوهَا أَوِ ابْنُهَا أَوْ زَوْجُهَا أَوْ أَخُوهَا أَوْ ذُو مَحْرَمٍ مِنْهَا » . 
"… Kecuali bersamanya ada bapaknya atau anaknya atau suaminya atau saudaranya atau mahram lainnya." (HR. Muslim)
Larangan di atas adalah umum bagi setiap wanita, baik masih kecil atau sudah dewasa.
Syarat mahram adalah muslim, laki-laki, baligh dan berakal.
g.    Jika jumlah orang yang bepergian ada tiga orang atau lebih disunatkan mengangkat ketua rombongan.
اِذَا خَرَجَ ثَلاَثَةٌ فِي سَفَرٍ فَلْيُؤَمِّرُوْا اَحَدَهُمْ (ابو داود وصححه الالباني)
"Apabila keluar tiga orang untuk bepergian, maka hendaknya mereka mengangkat salah seorang di antara mereka sebagai ketua." (HR. Abu Dawud)
h.   Dianjurkan bagi musafir ketika berpamitan dengan keluarga dan kawannya mendoakan mereka.
Doanya adalah:
أَسْتَوْدِعُكَ اللهَ الَّذِي لاَ تَضِيعُ وَدَائِعُهُ
“Aku menitipkan kamu kepada Allah, di mana tidak akan sia-sia titipan-Nya.” (HR. Ibnu Majah)
Sedangkan keluarga atau kawannya dianjurkan menjawab dengan kata-kata:
أَسْتَوْدِعُ اللهُ دِيْنَكَ وَاَمَانَتَكَ وَخَوَاتِيْمَ عَمَلِكَ
“Aku titipkan kamu kepada Allah baik agama, amanat maupun akhir-akhir amalmu.” (HR. Tirmidzi)
5.   Rukhshah (keringanan) bagi musafir
ü Boleh menyapu bagian atas khuff (sepatu yang menutupi kedua mata kaki) ketika berwudhu', tanpa perlu melepasnya. Hal ini apabila ia memasukkan kedua kakinya ke dalam sepatu dalam keadaan suci dari hadats kecil maupun besar, selama tiga hari tiga malam. Namun jika ia mukim (di mana ia sudah menyempurnakan shalatnya), maka lamanya hanya sehari semalam.
ü Boleh bertayammum bila tidak mendapatkan air atau susah mencarinya.
ü Seorang musafir yang tidak mengetahui arah kiblat wajib berusaha mencarinya baik dengan bertanya atau lainnya. Jika telah berusaha mencarinya, lalu ia shalat dan setelah shalat ternyata tidak menghadap kiblat, maka shalatnya sah; tidak perlu diulangi. Namun, jika ia tidak berusaha mencarinya, dan ternyata shalatnya tidak menghadap kiblat, maka ia wajib mengulangi (lih. Al Mumti' 2/281)
ü Dianjurkan membaca surat-surat pendek setelah Al Fatihah dalam shalat ketika safar. Dalam Shahih Muslim disebutkan,
"Bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam pernah shalat Isya bersama para sahabat ketika safar dengan membaca Wat Tiini waz zaitun."
ü Disyari'atkan mengqashar (mengurangi) jumlah shalat yang empat rak'at menjadi dua, seperti shalat Zhuhur, ‘Ashar dan ‘Isya. Kecuali jika dia bermakmum kepada imam yang bukan musafir, maka ia mengikuti imam (tidak mengqashar shalat).
ü Bagi musafir yang telah singgah di tempat yang dituju harus tetap menjaga shalat berjama'ah. Kecuali ketika ia masih dalam perjalanan, maka tidak mesti berhenti untuk shalat berjamaah saat mendengar azan.
ü Boleh menjama' (menggabung) Zhuhur dan ‘Ashar atau Maghrib dan Isya, baik jama' taqdim (di awal waktu) maupun jama' ta’khir (di akhir waktu seperti melakukan shalat Zhuhur dan ‘Asharnya di waktu ‘Ashar), hal ini jika perjalanan berat atau ia butuh menjama'.
ü Boleh melakukan shalat sunat di atas kendaraannya ke mana saja kendaraannya menghadap, namun untuk shalat fardhu hendaklah dia turun dan menghadap ke kiblat, kecuali jika tidak memungkinkan untuk turun dan waktu shalat akan habis.
ü Boleh berbuka puasa.
Marwan bin Musa
Maraaji': Al Mukhtashar fii ahkaamis safar, (Syaikh Fahd bin Yahya Al 'Ammariy), Minhajul Muslim (Syaikh Abu Bakr Al jazaa'iriy).


sumber : wawasankeislaman.blogspot.com

Nasehat Terakhir Syaikh Ibnu Baz



Ketahuilah wahai sekalian kaum muslimin, sudah menjadi kewajiban setiap orang yang berilmu untuk mengingatkan hal ini dan menasehati orang serta mendakwahkannya sesuai kemampuannya. Hal ini dilakukan untuk menunaikan kewajiban penyampaian dan dakwah dan mengikuti para Rasul serta menjauhkan diri dari sikap menyembunyikan ilmu. Sikap yang telah diperingatkan Allah dalam Alqur’an sebagaimana firmanNya:
إِنَّ الَّذِينَ يَكْتُمُونَ مَآأَنزَلْنَا مِنَ الْبَيِّنَاتِ وَالْهُدَى مِن بَعْدِ مَابَيَّنَّاهُ لِلنَّاسِ فِي الْكِتَابِ أُوْلاَئِكَ يَلْعَنَهُمُ اللهُ وَيَلْعَنُهُمُ اللاَّعِنُونَ
“Sesungguhnya orang-orang yang menyembunyikan apa yang telah Kami turunkan berupa keterangan-keterangan (yang jelas) dan petunjuk, setelah Kami menerangkannya kepada manusia dalam Al-Kitab, mereka itu dila’nati Allah dan dila’nati (pula) oleh semua (makhluk) yang dapat mela’nati” (QS. Al Baqarah: 159)
Juga telah ada hadits yang shahih dari Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam yang menyatakan:
مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ
“Barang siapa yang menunjukkan kepada kebaikan maka ia mendapat pahala seperti pahala pelakunya”
Dan beliaupun bersabda:
مَنْ دَعَا إِلَى هُدًى كَانَ لَهُ مِنْ الْأَجْرِ مِثْلُ أُجُورِ مَنْ تَبِعَهُ لَا يَنْقُصُ ذَلِكَ مِنْ أُجُورِهِمْ شَيْئًا وَمَنْ دَعَا إِلَى ضَلَالَةٍ كَانَ عَلَيْهِ مِنْ الْإِثْمِ مِثْلُ آثَامِ مَنْ تَبِعَهُ لَا يَنْقُصُ ذَلِكَ مِنْ آثَامِهِمْ شَيْئًا
“Barang siapa yang mengajak kepada petunjuk mak ia mendapat pahala seperti pahala orang yang mengikutinya tanpa mengurangi sedikpun pahala mereka. Barang siapa yang mengajak kepada kesesatan maka ia mendapat dosa seperti dosa-dosa orang yang mengikruinya tanpa mengurangi sedikitpun dosa mereka”

HUKUM DAN ADAB BERKURBAN




Syaikh Abdul Ilaah bin Sulaiman Ath-Thayyar

Segala puji bagi Allah, pujian mereka yang bersyukur. Semoga shalawat dan salam tetap terlimpah atas Muhammad yang di utus sebagai rahmat atas seluruh alam, begitu pula terhadap keluarga dan para shahabat beliau serta mereka yang mendapat petunjuk dari beliau dan mengamalkan petunjuk beliau hingga hari akhir nanti …
amma ba'du :

Kalender Hijriah

 
Copyright © 2013. LDSI At-tarbawi - All Rights Reserved
Published by LDSI At-tarbawi
Proudly powered by Blogger